Uncategorized

All posts in the Uncategorized category

Unique Wedding #1

Published 22 Maret 2012 by choiraeki

Unique Wedding

#1

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Rae Ki
  • Family’s Choi
  • Family’s Cho
  • Member Super Junior

 

Genre :

OTHER

Author POV

Hari ini adalah hari dimana semua mahasiswa baru di Seoul Univercity memasuki tahun ajaran baru. Pagi ini seluruh mahasiswa baru akan di OSPEK oleh senior-seniornya.

 

Choi Rae Ki POV

SIAL!!! Ini semua gara-gara Choi Rae In, yodongsaeng yang maniak gamenya terlalu… BESAR. Anehnya… dongsaengku yang satu ini, walaupun maen game seharian, tapi nilai di sekolahnya tidak ANJLOK alias turun. Hhhaaassshhh… mana lagi ini udah jam 09.00 pagi. Mudah-mudahan OSPEKnya belum dimulai.

 

Author POV

Dengan terburu-buru sembari sesekali melihat kearah jam yang menempel ditangannya yang sudah menunjukkan pukul 09.15 AM. Dengan cepat Choi Rae Ki berlari ke lapangan Universitas tempat dimana mahasiswa-mahasiswa baru di OSPEK. Sesampainya di lapangan, Choi Rae Ki berusaha mengatur nafasnya yang tidak beraturan gara-gara berlari dari lapangan parkir ke lapangan sekolah. Dengan nafas yang masih sedikit tidak beraturan, Choi Rae Ki berjalan menuju ketua OSPEK.

 

Choi Rae Ki POV

Dengan nafasku yang masih sedikit tidak beraturan, aku berjalan menuju ketua OSPEK dan berdiri tepat dibelakangnya. Aku yakin… pasti dapat omelan darinya.

Huuuhhh~ Choi Rae Ki Fighting! ‘ gumamku didalam hati

 

Mianhae sunbae.

Aku datang terlambat. “ seruku sambil menundukkan kepala

 

Tinggal beberapa detik lagi… pasti kena semburan api darinya.

 

HYA!!! KAU TAU INI SUDAH JAM BERAPA, HAA?!! “

 

Mi… mi… mianhae sunbae. “

 

Tunggu dulu. Sepertinya aku mengenali suara ini. Sepertinya suaranya ini sudah pasaran. Aku coba untuk mengangkat kepalaku.

OMO~ Apa aku bermimpi?

Su…su…super Ju…ju…junior??? MWOYA? ‘ batinku

 

WAE! Kenapa melihatku seperti itu, HA?! “

 

Teriakan itu membuatku menundukkan kepala lagi. Tapi, kenapa aku bisa 1 kampus dengan mereka. Jadi, mereka yang akan mengOSPEK kelompokku. Ryeowook, Sungmin, dan… si evil Kyuhyun. MATILAH KAU CHOI RAE KI HARI INI!!!!

 

Kemana papan namamu? Kenapa tidak kau kalungkan dileher? “

 

Aaaaasssssssshhhhhhhhh… kesialan ke 2. Eh, bukan bukan.. kesialan ke 4. Ah tau ah mau kesialan keberapa.. Masa Bodo. Aku lupa bawa papan namaku yang tertinggal di dalam mobil. Kalau aku minta ijin buat ambil, pasti banyak omelan dari si evil ini. ‘ pikirku

 

HEH, Mana papan namamu? Kau tidak bawa? “

 

Mianhae. “

 

ANGKAT KEPALAMU SEKARANG! AKU INI SUNBAEMU YANG SEDANG BERBICARA PADAMU, KENAPA KAU MENUNDUK SEPERTI ITU. ANGKAT!!!! “

 

Seketika aku menganggkat kepalaku dan melihat kearah 3 sunbae yang berada didepanku. Aku yakin, pasti seisi lapangan sedang melihatku dihukum. Dasar EVIL! Teriakanmu membuat seisi lapangan melihat kearahku.

 

Kalian lihat apa? Cepat cabut rumput-rumput liar itu. “ seru Ryeowook.

 

Karna kau tidak membawa papan namamu, kau harus menerima resikonya. “

 

Nde sunbae. “

 

Cepat lari mengelilingi lapangan 10 putaran. “

 

MWOYA! “

 

WAEYO! Kenapa kau meninggikan nada suaramu pada sunbaemu, HA! “

 

Mianhae. “

 

Kyuhyun-aa, kau tidak keterlaluan menghukum yeoja ini dengan 10 kali putaran. Bukannya dia tadi sudah berlari kemari masa kau suruh lari 10 putaran. Kau mau kita dimarahin oleh kepala universitas gara-gara sikapmu ini. “

 

Ya Tuhan~ Sungmin sunbae. Gamsahabnida sudah membelaku.

Ayolah… EVIL… jangan 10 putaran. 3 kali putaran saja. Please! ‘ batinku

 

Geurdae. Karna kau yeoja, aku kurangi. Jadi 3 putaran. ARASEO? “

 

Nde, araseo. “

 

Ppalli! “

 

Author POV

Tanpa pikir panjang Choi Rae Ki berlari memutari lapangan sebanyak 3x dan mata evil Kyuhyun terus menatap kearah Choi Rae Ki.

 

Kyuhyun-aa, kau tidak tau yeoja itu siapa? “ seru Ryeowook

 

Molla. “ Jawab Kyu yang masih menatap evil kearah Choi Rae Ki

 

Yeoja itu adalah putri ke 2 dari pengusaha terkenal di Jeju dan IPnya tertinggi ke 2 dari seluruh mahasiswa baru disini. Yeoja itu juga pandai mendesain. “

 

HYA! Kim Ryeowook, kau sepertinya tau semua tentang yeoja itu. “ seru Sungmin

 

Ahahaha haa~ tentu saja hyung. “

 

Kyuhyun POV

Mereka berdua ini sedang berbicara apa, HA. Bukannya mengawasi mahasiswa lain malah bergosip-gosipria.

 

1 PUTARAN LAGI!! “ seruku

 

Sedikit keterlaluan sih menghukum yeoja itu. Tapi salah sendiri datang terlambat dan tidak membawa papan nama.

 

Finish.. “ seru yeoja itu dengan nafas yang tidak beraturan

 

Kembali ke kelompokmu. “

 

Nde. “

 

Author POV

Hampir 3 jam mereka OSPEK di lapangan dengan terik matahari yang sangat menyengat kulit. Akhirnya mereka pun beristirahat 30 menit dan setelah itu berkumpul di Aula tengah Universitas.

 

#Kantin Universitas

Karna Choi Rae Ki tidak mengenali siapa-siapa disini, diapun hanya makan dan duduk dimeja sendirian. Tapi akhirnya ada namja yang menghampirinya.

 

Hay Choi Rae Ki. “ seru namja didepan Choi Rae Ki

 

Ooo… HENRY, My Friend. How are you? “

 

Im fine. Kau juga kuliah disini? “

 

Nde. “

 

Choi Rae Ki POV

Tidak kusangka, ditengah2 hari sialku ini aku bertemu teman lamaku sewaktu duduk di bangku SMP di California. Henry… dia namja yang sudah aku anggap sebagai dongsaengku. Kenapa? Karna dia beda 6 bulan dariku. Tapi sikapnya lebih dewasa Henry ketimbang aku. Ini pertama kalinya kita bertemu setelah hampir 3 tahun dia memutuskan untuk melanjutkan di salah satu SMA High School di USA.

 

Apa Zoumi oppa di Korea? “

 

Hmm~ Hyung juga kuliah disini. Maka dari itu aku juga ikut kuliah disini. “

 

Jeongmal??? Kenapa aku tidak melihatnya? “

 

Dia tidak mau menjadi panitia OSPEK. “

 

Ahahaha haaa~

Jadi kau dan keluargamu akan tinggal di Korea lagi? Sering-seringlah berkunjung kerumahku. “

 

Hmm~ “

 

Kami pun berbincang-bincang sambil menyantap makanan yang berada didepan kami. Tak terasa 30 menit sudah berlalu. Saatnya kami berkumpul ke Aula tengah.

 

#Ruang Aula Tengah

Kali ini si Evil mau mengasih tugas apa lagi pada junior-juniornya. Ingin sekali aku memakan si magnae Evil dari Super Junior itu. Tapi sayangnya aku tidak ada keturunan dari Sumanto yang berasal dari Indonesia yang sering memakan manusia.

 

Baiklah… Besok adalah hari terakhir OSPEK dan kalian besok bermalam disini. “ seru Evil

 

Choi Rae Ki, dia bilang apa? “ bisik Henry

 

Aduwh… Henry, bahasa koreamu masih belum lancar juga? “

 

Hehehe.. “

 

Dia bilang, besok kita semua harus bermalam disini.

Sepertinya aku jadi translatormu sekarang. Belajarlah bahasa Korea. “

 

Nde. “

 

Kalian sekarang boleh pulang dan mempersiapkan semua barang-barang yang kalian perlukan. Kita berkumpul kembali disini jam 9 pagi. Jangan sampai ada yang terlambat. ARASEO? “

 

Nde Araseo sunbae. “

 

Author POV

Merekapun satu-per-satu keluar dari Aula. Dan Choi Rae Ki segera menuju ketempat parkir mobil sportnya berada. Choi Rae Ki dengan cepat mengemudikan mobil sport silvernya itu kerumah. Sesampainya dirumah, Choi Rae Ki langsung menuju kamarnya yang terletak dilantai 2.

 

Choi Rae Ki POV

Haaaa~ akhirnya sampai juga dipulau empukku. Ranjang kesukaaanku. Hari yang sangat melelahkan. EH? Kemana Choi Rae In?

Aku lalu melihat jam didnding berbentuk kelinci warna pink yang tertempel di dinding.

 

Jam 1 siang. Pasti si kunyuk dongsaengku ini belum pulang. Awas kalau dia pulang. MATILAH KAU! “

 

Dengan amarah aku berguling-guling di pulau empukku lalu bangkit menuju kamar mandi… untuk apalagi kalau tidak mandi. Badanku saat ini berkeringat dan… lengket. Dengan cepat aku mengambil handuk dan masuk kekamar mandi. 1 jam berendam itu cukup untuk merilexskan badanku. Saatnya aku tidur…

 

05:15 PM

Author POV

Tok tok tok….

Eonnie-aa!!!!!! “ Seru Choi Rae In dari luar kamar

 

Karna tidak ada jawaban dari dalam kamar, Choi Rae In kembali mengetok pintu kamar Choi Rae Ki.

 

Tok tok tok….

Eonnie-aa!!!!!! BANGUN!!! “

 

Karna kali ini suara Choi Rae In lebih keras sampai2 eommanya yang sedang masak terdengar suaranya memanggil Choi Rae Ki. Dengan wajah yang setengah sadar, Choi Rae Ki berjalan dan membuka pintu kamar.

 

WAEYO! “ sembari menyandarkan kepalanya kepintu.

 

Kau dipanggil eomma. “

 

Hmm~ “

 

Choi Rae In lalu berlari turun dan melanjutkan bermain game yang tadi dipause. dengan rambut yang masih acak2an dan tinggkat kesadaran belum pulih, Choi Rae Ki turun dan menemui eommanya didapur.

 

Eomma waeyo? “

 

AAAAAAAAAAAAAA!!! “

 

Teriakan eommanya itu membuat kesadaran Choi Rae Ki kembali normal.

 

Waeyo eomma? “

 

Rambutmu kenapa? “

 

Aku baru tidur eomma. “

 

Baru tidur katamu? Kau sudah tidur hampir 4 jam. Sekarang bantu eomma masak makan malam. Malam ini kita akan kedatangan tamu special. “

 

Nuguyeyo eomma? “ seru Rae In dari ruang TV yang jaraknya tetanggaan dengan dapur

 

Sahabat ayahmu semasa SMA.

Rae Ki-aa, kenapa kau masih diam disitu? Cepat potong wortel wortel itu. “

 

Eomma potong yang lain saja. Eomma tau aku paling tidak suka bau wortel. “

 

Kalau gitu potong sayuran-sayuran itu. “

 

Nde Ara. “

 

2 jam sudah Choi Rae Ki membantu eommanya menyiapkan hidangan makan malam.

 

Rae Ki-aa, Rae In-aa, kalian mandi sekarang. Sebentar lagi pasti teman ayahmu datang. “

 

nde. “ Jawab Rae Ki dan Rae In secara bebarengan

 

Dengan agak capek, Rae Ki berjalan menaiki tangga. Bukannya masuk kedalam kamar, Rae Ki malah kembali tertidur di sofa ruang tamu depan kamarnya.

 

Eonnie-aa, kenapa kau tidur disitu? Cepat mandi! “

 

5 menit lagi Rae In-aa. Eonnie capek hari ini. “

 

Tanpa memperdulikan eonnienya, Rae In masuk kedalam kamarnya. 1 jam berlalu, Rae Ki tetap tertidur di sofa.

Setelah selesai mandi, Rae In lalu turun dan duduk di ruang TV bersama Tn Choi.

Ting tong… ting tong…

 

Ooo… pasti itu mereka.

Rae In-aa, cepat panggil eonniemu. “ perintah appa

 

Dengan secepat kilat, Choi Rae In menuju lantai atas dan membangunkan Choi Rae Ki.

 

Eonnie-aa, bangun!! Palli. “

 

Aa~ “

 

Karna merasa terusik, dengan cepat Choi Rae Ki melempar bantal kemuka Rae In.

 

Bbbuukkk!!

 

Choi Rae In POV

SIAL!! Kenapa dia melempari wajahku dengan bantal?? Dasar eonnie pabo!

 

Eonnie-aa, bangun. “ seruku sambil menggeret tangannya

 

Mungkin caraku ini salah, tapi kalau tidak seperti ini pasti eonnie tidak bangun. Eonnieku yang satu ini emang kalau sudah tertidur susah untuk dibangunkan.

 

Rae In-aa, kau tau kalau aku paling tidak suka dibangunkan. Ini sudah ke 2 kalinya kau membangunkanku. “

 

wajah apa itu? Kenapa menatapku seperti itu? Tatapan yang ingin memakanku hidup-hidup. Sepertinya eonnie mulai… marah. ‘ batinku sambil menelan air ludahku karna takut

 

Choi Rae Ki POV

Choi Rae In-aa, MATILAH KAU! Kau telah merusak hari ini. “

 

Mwo? “

 

Aku terus menatap dongsaengku ini dengan tatapan layaknya setan yang sedang marah. Aku mulai melihat wajah dongsaengku yang mulai ketakutan dan berjalan mundur menjauhiku. Mungkin dia sedang siap-siap untuk lari ketakutan.

 

Kalau kau semalam tidak mengajakku bermain game hingga larut malam, pasti aku tadi tidak terlambat dan tidak akan dihukum mengelilingi lapangan 3 kali. Dan ha . . . “

 

Sial! Dia kabur sebelum mendengarkan kata-kataku.

 

HYA! CHOI RAE IN!! “

 

Author POV

Choi Rae Ki lalu mengejar Choi Rae Ki yang berlari kearah ruang tamu.

 

Eonnie sudah datang. “ seru Rae Ki sembari bersembunyi dibalik kursi

 

CHOI RAE . . . “

 

Krik… Krik… Krik…

 

Suasana di ruang tamu yang tadinya hangat, menjadi dingin. Semua pasang mata sekarang menatap Choi Rae Ki yang penampilannya menggunakan hotpen hitam dan baju putih bergaris hitam. Untuk rambutnya diikat kuda, kalau tidak mungkin hari ini memang hari sialnya.

 

Choi Rae Ki POV

Pasti pipiku sudah menyamai warna merah tomat segar yang habis dipetik. Aku tidak berani menatap mereka, aku terus menunduk sambil menggigit bibir bawahku. Pasti setelah ini akan kena marah oleh appa.

 

A.. Dia adalah putriku yang ke 2. Namanya Choi Rae Ki. “

 

Aku tau suara itu. Pasti suara appa. Tapi kenapa ia tidak marah?

 

Jadi, kau yang bernama Choi Rae Ki? “ seru ajjusi asing yang mungkin itu sahabat appa

 

Nde.. “

 

Rae Ki-aa, ayo duduk disini. “

 

Sembari menahan malu dan terus menunduk, aku berjalan kearah eomma dan duduk disebelahnya. Tunggu dulu! Kenapa hawanya tidak enak? Seperti ada yang melihat kearahku?

 

Rae In-aa, sampai kapan kau mau bersembunyi disitu? Ayo keluar.

Maafkan tingkah kedua putriku ini ya Ny. Cho. “

 

Gwenchana Ny. Choi. Putri-putrimu sangat lucu. “

 

Author POV

Choi Rae In kemudian keluar dari balik kursi dan duduk disamping Rae Ki. Saat setelah duduk, dengan cepat Choi Rae Ki menyubit paha Choi Rae In.

 

Awwwwwww!!! Sakit eonnie-aa. “

 

Rae Ki-aa, berhenti menjaili dongsaengmu.

Cepat kalian perkenalkan dirimu ke teman appamu. “

 

Choi Rae Ki lalu berdiri dan membungkukkan badannya 90 drajat.

Annyeonghaseo… Jonenun Choi Rae Ki imnida. Je naineun 19sal imnida. Bangabseumnida. “

 

Saat setelah Rae Ki duduk kembali, giliran Choi Rae in yang berdiri dan membungkukkan tubuhnya 90 derajat.

Annyeonghaseo… jonenun Choi Rae In imnida. Je naeneun 17sal imnida. Banggabseumnida. “

 

Saat Choi Rae In melihat kearah namja didepannya yang sedari tadi terus menatap kearah mereka berdua dengan tatapan asing.

 

HAH! Kau… bukannya member Super Junior? “ seru Rae In

 

Mendengar perkataan Rae In, dengan cepat Rae Ki melihat kerah depannya.

 

Choi Rae Ki POV

MWO! Member Super Junior?

Dengan cepat aku langsung melihat kearah depanku. Dan ternyata dia…

 

EVIL! “

 

Nada tinggiku membuat semua mata melihat kearah sang empunya nama EVIL. Jadi hawa tadi itu auranya si EVIL yang dari tadi menatapku? Tunggu dulu tunggu dulu!! Untuk apa dia kesini?

 

Jadi kalian sudah saling kenal? “ seru appa

 

Kyuhyun POV

HYA!! Ini semua maksudnya apa. Terus kenapa keluargaku kenal dengan keluarga yeoja ini.

 

Ternyata tanpa kita pertemukan mereka, mereka sudah bertemu. Ini memang takdir mereka. Benar begitu tuan Choi. “

 

Ahahaha haaa~ nde. “

 

Kenapa appa berbicara seperti itu? Aku sungguh benar2 tidak mengerti maksud ini semua.

 

Semuanya. Bagaimana kalu kita mengobrolnya sambil makan malam.

Mari. “

 

Author POV

Semuanya lalu berpindah kemeja makan yang sudah dihidangkan makanan elit ala kerajaan. Mereka semua kemudian berbincang-bincang mengenai masa kecil putra dan putri mereka sambil menyantap hidangan dimeja. Dan saat suasana sedikit tenang, Tn Cho memulai berbicara.

 

Sepertinya kita harus mengatakan ini, Tn Choi. “

 

Benar. Berhubung mereka sudah saling kenal satu sama lain. “

 

Kyuhyun-aa, mulai sekarang berhentilah bermain-main dengan yeoja di kampusmu itu. Dan seriuslah dengan 1 yeoja yang appa pilih untukmu yaitu… Choi Rae Ki. “

 

Choi Rae Ki yang saat itu sedang minum, tanpa sengaja menyemburkan air dari mulutnya kewajah Kyuhyun.

 

Eonnie-aa, gwenchana? “

 

Rae KI!! “

 

Mul… uhuk.. mul… “

 

Rae In lalu memberikan gelasnya kepada Rae Ki dan menepuk-nepuk pundak belakang Rae Ki.

 

Kyuhyun-aa, gwenchanayo? “ seru Ny Cho

 

Kyuhyun POV

CHOI RAE KI-AA!!! Apa yang kau lakukan?

Tenang… aku harus tenang. Mudah-mudahan tanduk duaku tidak menampakkan diri dikepalaku gara-gara menahan marah. Aku lalu mengelap wajahku yang sangat tampan ini dengan tisu di meja makan.

 

Appa, kenapa appa berkata seperti itu? “

 

Appa dan Tn. Choi sepakat menjodohkan kau dan Rae Ki. “

 

MWOYA! “ seruku kemudian disambung Rae Ki

 

Kyuhyun-aa, kau ini sudah 22 tahun. Sudah saatnya kan kau menikah dan menghilangkan kebiasaanmu yang gonta-ganti yeoja. “

 

APPA!! “

 

ANDWAE! Aku menolak perjodohan ini! “ seru Rae Ki

 

Choi Rae Ki! Kau ingin melihat appamu ini masuk ke rumah sakit gara-gara terserang penyakit jantung. “

 

Appa, mianhae. Tapi aku masih muda. Aku belum mau menikah. “

 

CHOI RAE KI!! “

 

Tenanglah, Rae Ki-aa. Pernikahan kalian masih lama. Setidaknya kalian tunangan dulu. “

 

Mianhae, Cho-ssi. Aku tidak kenal sama putramu, mana mungkin kami bisa menikah. “

 

Bohong. Eonnie tau Kyuhyun oppa. Eonnie itu E . . . “

 

Author POV

Dengan cepat Choi Rae Ki mengambil paha ayam yang berada didepannya dan langsung membungkam mulut Choi Rae In dengan paha ayam.

 

Aaammm… gomawo eonnie. “

 

“ … “

 

Appa, aku masih ingin menikmati masa mudaku dengan yeojadeul. “

 

HYA! Cho Kyuhyun!

Appa sudah mempersiapkan semuanya. Tidak ada penolakkan! Kalian mengerti! “

 

Tn Cho lalu mengeluarkan kota warna biru dari saku jasnya dan membukanya.

Itu cicin pertunangan sekaligus pernikahan kalian.

Cepat kalian pakai.

Eomma Choi Rae Ki yang mendesainnya untuk kalian. “

 

Andwae! “ Seru Kyuhyun dan Choi Rae Ki bebarengan

 

Jebal! “

Karna Kyuhyun dan Choi Rae Ki tidak ada yang mengambil cincin itu. Akhirnya Ny Cho dan Ny Choi mengambil cincinnya dan memasangkan dijari manis putra dan putrinya, walaupun sedikit memaksa.

 

Kyuhyun POV

Kenapa jadi pemaksaan seperti? Sekarang jari manisku… OMO~ Kenapa ada cincin?

Tunggu! Cincin ini benar eomma Choi Rae Ki yang mendesain? Bangus juga.. walaupun sederhana.

 

Dicincin yang kalian masing-masing itu terukir nama kalian didalamnya. “ seru appaku

 

Choi Rae KI POV

Aku terus melihat cicin yang melingkar dijari manisku. Sepertinya tidak asing dimataku.

OMO~ Ini kan . . .

 

Itu desain cicin pernikahan yang kau buat sendiri, Choi Rae Ki? “ bisik eomma ditelingaku

 

MWOYA!! “

 

Author POV

# FLASHBACK 1 bulan lalu

*kamar Choi Rae Ki

Tok tok tok..

Choi Rae Ki-aa, ini eomma. Boleh eomma masuk? “

 

Nde eomma. Masuklah. “

 

Ny Choi lalu masuk dan duduk disofa dekat meja belajar dan terus memandangi wajah Choi Rae Ki yang sedang belajar untuk masuk ke Seoul Univercity.

 

Jangan terlalu keras belajar, nanti kau bisa stress. “

 

Eomma, bicara apa kau ini. Aku harus belajar eomma. “

 

Kau kan sudah pintar. Eomma dengar IPmu tertinggi pertama di mahasiswa yang baru ini. “

 

Peringkat ke dua eomma, bukan kesatu. “

 

Ooo…

Rae Ki-aa, eomma boleh menanyakan sesuatu padamu? “

 

Tentu. “ Seru Rae Ki sembari menutup semua buku-buku pelajarannya.

 

Kau kan pandai mendesain. Terfikirkah di benakmu untuk mendesain cicin pernikahanmu sendiri kelak? “

 

“ … Kenapa eomma tiba-tiba berbicara seperti ini? Pernikahanku kan masih lama eomma.

Aku akan menikah kalau umurku 25 tahun. “

 

HYA! Apa kau ingin eomma meninggal dulu sebelum menimang cucu darimu? “

 

Eomma~ “

 

“ … Hmm~ Jadi, kau ingin mendesain cicin pernikahanmu kelak? “

 

Hmmm~ Geurdae. “

 

Jinja? “

 

Hmm~ Supaya didunia ini tidak ada yang mengembari cincin pernikahanku. Makadari itu, kelak sebelum hari pernikahanku tiba aku ingin membuat cincin dengan desain yang aku buat sendiri. “

 

Apa kau sudah membuatnya? “

 

Belum terfikir eomma. Lagian juga pernikahanku masih 6 tahun lagi. “

 

Kau ini.. aasshhh…

Eomma penasaran akan desain cincinmu itu. Desainlah sekarang. “

 

Baiklah. Aku akan mendesainnya dan menunjukkan desainnya ke eomma. “

 

15 menit Choi Rae Ki mendesain cincin pernikahannya kelak. Desain cincin yang simple dan berkesan elegant akhirnya telah selesai. Cincin yang berwarna silver dengan gambar ukiran dan permata ditengahnya membuat kesan simple.

 

Ini desain cincinnya. Bagus juga. “

 

Jinja? “

 

Kau memang pandai mendesain. “

 

Eomma~ “

 

Bolehkah desain ini eomma yang menyimpannya? “

 

Nde. “

 

Joha. Ini sudah malam. Kau pasti sangat lelah. Tidurlah. “

 

Ny Choi kemudian keluar dari kamar Choi Rae Ki sedangkan Choi Rae Ki berbaring tidur di ranjangnya.

 

#FLASHBACK END

 

Kyuhyun POV

Kenapa ia berteriak?

 

Mianhae Tn Cho.

Sebenarnya cincin ini yang mendesain Choi Rae Ki sendiri 1 bulan yang lalu. “

 

Jinjayo Choi Rae Ki? “ seru Appa

 

Haaaaaaaa~ “ seruku

 

Aku hanya menambahkan dibagian nama mereka didalam cincin itu. “ tambah Ny Choi

 

Jadi… cincin ini… yang mendesain Choi Rae Ki. Apa-apaan dia? Apa dia jauh-jauh hari sudah tau perjodohan ini?

Terus untuk apa dia mati-matian menolaknya? Dasar muka penipu. Diluar menolak, tapi didalam dia menyetujui perjodohan ini. SHIRREO!

 

Choi Rae Ki POV

Pasti… pasti dia berfikir kalau aku menyetujui perjodohan ini. Eomma.. tega sekali kau membohongiku?

SUDAH CUKUP!! Kemarahanku sudah mencapai ubun-ubun. Aku tidak ingin menikah dengan CHO KYUHYUN. Titik!

 

STOP!!! Aku tetap menolak perjodohan ini.

Ini sudah keputusanku! Aku tidak mau masa mudaku mengurus suami yang hanya bermain GAME. “

 

Aku benar-benar kecewa dengan sikap kedua orang tuaku. Aku putuskan untuk keluar rumah dan menenangkan diri.

 

Author POV

Choi Rae . . . “ seru Tn Choi

 

Yeobo… kau kenapa? “

 

Appa! “ seru Choi Rae In

 

Seketika suasana meja makan menjadi panic seketika saat Choi Rae Ki keluar dari rumah. Tiba-tiba Tn Choi terserang penyakit jantung.

 

Kyuhyun-aa, kenapa kau diam? Cepat kejar Choi Rae Ki. Diluar hujan.

Kau, Choi Rae In, tolong telp ambulance. “

 

Nde. “ jawab Rae In dengan cepat

 

Kyuhyun lalu keluar rumah dan mencari Choi Rae Ki.

 

Choi Rae Ki POV

Tindakanku ini memang keterlaluan. Tapi aku benar-benar tidak ingin menikah dengan Kyuhyun apalagi dijodohkan seperti ini.

Aku terus berlari ditengah hujan dan aku hanya mengikuti kemana kakiku berjalan. Kakiku tiba-tiba terasa pegal, akupun duduk di kursi yang berada dibawa cahaya lampu jalan. Aku lalu mengangkat kedua kakiku dan menekuknya lututku ke atas. Mungkin saat ini appa marah padaku. Perlahan kepalaku terasa beras akibat tetesan air hujan yang begitu lebat. Akhirnya aku menaruh kepalaku keatas tututku. Aku yakin… saat ini bibirku sudah membiru dan aku merasakan tubuhku menggigil kedinginan.

 

Kyuhyun POV

Aku harus mencari kemana? Dia larinya begitu cepat. Aku sudah mencarinya ke taman, tapi tidak ada. Sikapnya tadi… benar-benar berani untuk seorang yeoja. Aku salut padanya?

Aku terus memandangi keseluruh penjuru jalan dan akhirnya aku menemukannya yang sedang duduk dikursi.

 

Sedang apa dia? Dasar yeoja pabo! “

 

Aku kemudian melangkahkan kakiku dengan cepat kearahnya dan mempayungi tubuhnya.

 

Choi Rae Ki..” seruku sembari duduk didekatnya

 

Kenapa tidak ada jawaban? sudah berapa lama dia disini?

 

Choi . . . “

 

Brruuuuuuukkkk…

 

Choi-Rae-Ki… “

 

 

>>>>>> TO BE CONNTINUED <<<<<<

 

Unique Wedding (END)

Published 22 Maret 2012 by choiraeki

Unique Wedding

(END)

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Rae Ki
  • Family’s Choi
  • Family’s Cho
  • Member Super Junior

Genre :

OTHER

Author POV

Hari ini, tepat 2 bulan sejak Cho Rae Ki menerima perjodohan itu. Tn Choi beberapa hari lalu juga sudah keluar dari RS dan kembali bekerja seperti biasanya. Semuanya kembali ke keadaan semula. Yang berbeda hanya Choi Rae Ki dan Kyuhyun yang sudah bertunangan, tapi mereka belum berpacaran. Masih dalam tahap perkenalan, itu yang dipikirkan KyuRae. Sampai saat inipun yang tau pertunangan mereka hanya keluarga dan member Super Junior saja. Dan sampai sekarang juga mereka sering bertengkar.

Malam ini keluarga Cho mengundang keluarga Choi untuk makan malam dirumah mereka. Setelah sampai di rumah keluar Cho, mereka disambut hangat oleh keluarga Cho diiringi suara biola yang slow.

Selamat datang di rumahku. “ seru Tn Cho dan langsung memeluk Tn Choi.

Gamsahabnida. “

Ayo… jangan sungkan. Mari kita masuk. Silahkan… “

Tn Cho dan Tn Choi kemudian masuk dan diikuti istrinya.

Hey, apa kau yang bernama Choi Rae Ki? “ seru Ahra ke Choi Rae In

Nuna, kau salah orang. Dia bukan Choi Rae Ki, dia Choi Rae In. “

Waah… Kyuhyun-aa, kau bisa membedakan mereka? Bukanya mereka mirip. Aku saja salah orang. “

HYA! Nuna, kau ini babo atau apa, HA!. Memang benar mereka mirip. Tapi tidak warna dress mereka.

Choi Rae Ki yang menggunakan dress warna pink.

Sudahlah… kita masuk sekarang. “

Kyuhyun lalu masuk kedalam rumah dan mengacuhkan 3 yeoja itu.

Jadi, kau yang bernama Choi Rae Ki-ssi? “

Nde, Ahra-ssi. “

HEY! Panggil aku eonnie. OK. Kau kan sebentar lagi akan menjadi adik iparku. “

Choi Rae Ki POV

Mwoya? Apa maksud perkataannya tadi? Adik ipar? Nugu? Naneun? Aniyo. Aku tidak akan menikah dengan adiknya.

Ayo kita masuk. “

Ahra lalu berdiri diantara aku dan Rae In dan mengajak kami menuju kemeja makan. Bisa dilihat, ayah ketawa lepas saat berbincang dengan taman lamanya.

Apa ini? Ahra nuna lagi lagi salah mengenaliku. Ahra mendudukkan Rae In di kursi sebelah Kyuhyun. Bodohnya Rae In dan Kyuhyun, mereka tidak menyadari itu. Pandangan matanya Rae In sibuk melihat kemegahan rumah dari magnae Super Junior ini. Padahal rumah kami jauh lebih elegan dari rumah ini. Dan Kyuhyun, entah apa yang dilakukannya, aku melihat dia menunduk. Sepertinya sedang berkencan dengan si putih PSPnya. Ahahahah haa~ ini sangat lucu. Aku akui, wajahku dan Rae In sangat mirip. Tapi kami berbeda 2 tahun. Orang yang baru pertama kali melihat kami, pasti mengaggap kami ini kembar.

Choi Rae In-aa, kau dan eonniemu sangat mirip? Apa kalian kembar? “

Kalian tau, aku saat ini ingin sekali tertawa melihat wajah Ahra yang belum menyadari kalau yang duduk disamping adiknya itu Rae In dan yang duduk disampingnya sekarang adalah Rae Ki, aku. Ahahahah haa~

LOH… kenapa aku duduk disini?

Kyuhyun oppa, kau kenapa bermain game? “

SIAL! Rae In sudah selesai melihat-lihat isi rumah ini.

Rae Ki eonnie, kenapa kau duduk disana? Harusnya kan kau duduk disebelah Kyuhyun oppa, bukan aku. Eonnie kan tunangannya. Pindah. “

Jadi kau Rae Ki-aa? “ sambung Ahra yang menatapku dengan wajah kaget.

Aku hanya tersenyum canggung kearah semua orang yang telah melihatku… termasuk si evil itu. Lagi lagi pasang wajah evil kearahku.

Choi Rae In lalu berdiri dan menyuruhku pindah. Tapi aku tetap tidak mau berdiri dan pertengkaran kecil kami dimulai.

Eonnie-yya, pindah. Ppali. “

Aniyo… kau sudah benar duduk disana. “

Kalian, berhenti bertengkar gara-gara tempat duduk.

Ahra nuna, pindahlah dari situ dan duduk disebelahku. “

hya! Cho kyuhyun, yang seharusnya duduk disampingmu itu tunanganmu. Aku ini nunamu. “

Ara. Siapa bilang kalau kau istriku, nuna. “

Sudah sudah, kenapa kalian berempat jadi bertengkar.

Ayo Choi Rae Ki-aa, duduk di sebelah Kyuhyun. Kita akan segera mulai acaranya. “ seru Tn Cho

SIAL! Ahra eonnie langsung menggeretku ketempat duduk disamping Kyuhyun. Sebentar… tadi Tn Cho bilang apa? Acara akan segera dimulai? Acara apa? Bukannya ini hanya dinner? Atau jangan jangan . . .

Kyuhyun-aa, appa tau kau sedang bermain dengan PSPmu. Letakkan dimeja sekarang atau appa akan merebutnya dari tanganmu. “

Appa~ “ rengek Kyuhyun

Cho Kyuhyun… “

Nde. “

Kyuhyun lalu meletakan diatas meja makan.

Baiklah. Choi Rae Ki, Cho Kyuhyun, kalian sudah bertunangan dan saling kenal satu sama lain selama 2 bulan ini. “

Jangan sampai dugaanku benar. ANDWAE!!

Entah nerfes atau apa, aku lalu meneguk segelas air dihadapanmu.

Appa dan Tn Choi sepakat, 1 minggu dari sekarang kalian akan melangsungkan pernikahan. Tepatnya tanggal 23 November ini. “

Seketika aku membuang air minumku yang tidak jadi masuk ke dalam tenggorokan kearah Rae In yang posisi duduknya tepat dihadapanku.

HYA! Eonnie-aa, aku salah apa padamu? Kenapa kau menyiramku dengan air yg keluar dari mulutmu? Menjijikan~ “

Nafasku jadi tidak beraturan mendengar kata-kata yang diucapkan Tn Cho. Tn Cho bilang apa? 1 minggu dari sekarang? Menikah? Tanggal 23 november? ANDWAE!

Rae In-aa, gwenchana? “ seru Ahra sambil mengelap muka Rae In yg terkena semburan air dari mulutku

Gwencahana. “

Appa, apa ini tidak terlalu terburu-buru. Aku belum siap untuk menikah dengan Rae Ki-aa. “

A… A… Aku juga. “ gagapku keluar

Bukannya waktu 2 bulan untuk berkenalan sudah cukup. Sepertinya kalian sudah akrab. “

Akrab? Nugu? Aku dan Kyuhyun? ANI. Didepan kalian saja kami akrab, tapi dibelakang kami sangat tidak cocok. Ini semata-mata untuk menghindari serangan jantung appaku yang muncul tanpa diundang. ‘ batinku

Choi Rae Ki-aa, ku tidak ingin melihat appamu sakit lagi mendengar penolakanmu lagi kan? “

Eomma~ “

Rae Ki-aa, sebenarnya kau kenapa? Dari awal perjodohan ini, kau menolaknya dan akhirnya kau menerimanya. Tapi saat kami menentukan tanggal pernikahan kalian, kau lagi lagi menolaknya. Sebenarnya kenapa? Cerita pada appa. “ seru Tn Cho

Appa? Tn Cho menyebut dirinya appa? HEY! Aku belum menikah dengan putramu. Seharusnya ajjussi bukan appa.

Hmmm~… Hmmm~ “

Waeyo Rae Ki-aa? “ tanya Tn Cho lagi

Aku belum siap untuk hamil! KALIAN PUAS!!!!! “

Hening! Suasananya berubah menjadi hening dan… dingin. Ditambah lagi mereka melihat kearahku dengan tatapan aneh. Orang yang bermain biola juga seketika berhenti bermain dan melihatku. Apa aku salah bicara? Hanya kalimat itu yang terlintas dikepalaku saat ini untuk mencegah hari pernikahan itu.

Mukaku pasti sudah sangat merah karna menahan malu. Perlahan aku menundukkan kepalaku kebawah karna malu.

Mwo? “

Aku kenal suara itu. Itu suara Tn Cho. Aku terus menundukkan kepalaku kebawah.

Ah… Ah… Ahahahahahaha haa~

Rae Ki-aa, kau lucu. Kau tidak ingin menikah Cuma gara-gara takut… hamil. “

Siapa yang berani ketawa disaat seperti ini? Yang pasti bukan Kyuhyun, karna suara tertawanya anak perempuan. Apa Ahra yang tertawa? Aku masih belum bisa mengangkat kepalaku.

Choi Rae Ki-aa, tenanglah. Kami tidak akan meminta cucu secepat itu. Setidaknya 2 atau 3 tahun kedepan baru kalian membuatkan cucu untukku. “ sambung eommaku

Dengan cepat aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah eomma… dengan tatapan evilku.

Lantas… kenapa aku disuruh menikah sekarang? “

Agar Cho Kyuhyun, putraku, tidak lagi bermain-main dengan yeoja. Dan aku ingin ada ikatan keluarga dengan sahabat terbaikku dimasa muda. “

Ayahku dan Tn Cho lalu berdiri dan mereka berpelukkan. Adagen apa lagi ini, HA? Mereka terlihat sangat senang. HAH!

HEY! Kenapa Kyuhyun tidak ada respon lagi? Kenapa dia berdiam diri? Menakutkan. Apa dia sedang berfikir… Yadong. Atau dia… menyetujui pernikahan ini. Atau apa?

Oh… jantungku sakit. “

Suasana jadi panic sektika saat appaku jatuh terduduk ditempat duduknya sambil memegang dadanya. Aku langsung berlari menuju appa.

Jantungku… rasanya sakit. “

Appa~ Jangan seperti ini. “

Rae-Ki-aa… Appa… ingin… melihatmu… me..ni…kah. “

Appa~ “

Appa…mohon. Kau…mene…ri..ma… per…ni…kahan.. i..ni. “

Kenapa seperti ini? Aku harus berbuat apa? Apa aku harus menyetujui pernikahan ini? Aku fikir dengan aku menyetujui pertunangan ini, pernikahan kami akan di undur beberapa tahun kedepan atau mungkin tidak pernah terjadi. Kenapa jadi dipercepat seperti ini?!!

Rae… Ki… “

“ … … … Nde… Appa. Rae Ki… setuju. “

Jeong…malayo? “

Hmm~ “

Joha-yo. Kalian akan menikah tanggal 23 November ini. “ seru appa dengan semangat

Aku kaget sampai-sampai jatuh terduduk dilantai melihat reaksi appa setelah mendengar persetujuanku. Apa-apaan ini? Bohong? Jadi serangan jantung tadi hanya pura-pura dan demi mengatakan kalau aku setuju. BINGO APPA! HAH!

>>>>>> 23 November <<<<<<

Author POV

Hari ini akhirnya datang. Mereka akhirnya melangsungkan pernikahan di sebuah gedung mewah dan banyak tamu yang hadir termasuk member Super Junior yang senang hati menerima tawaran untuk mengisi acara di pernikahan Kyuhyun dan menyanyikan beberapa lagu romance. Saat Choi Rae Ki berjalan di red carpet menuju altar yang disana sudah ada Kyuhyun dan didampingi ayahnya, disaat itu semua kamera dan media masa menyorot mereka. SuJu pun tak kalah mengagumkan, dengan pakaian serba putih, mereka mengiringi Choi Rae Ki menuju kearah Kyuhyun dengan lagu Marry U dengan accoustic. Permintaan Rae Ki yang tidak ingin diekspos pernikahannya ditolak oleh Tn Cho. Apaboleh buat, Choi Rae Ki hanya menerima penolakan dari Tn Cho. Dengan mengusum tema White Love, semua dekorasi dan para tamu mengenakan baju putih. Dan Choi Rae Ki yang mendesain baju pernikahannya sendiri.

Setelah mengucapkan janji pernikahan satu sama lain, Kyuhyun perlahan membalikkan tubuh Choi Rae Ki kehadapannya dan perlahan membuka penghalang wajah Rae Ki (author: apa sih itu namanya. Author gak tau. Mudah-mudahan ngerti. ).

Kyuhyun POV

Apa yeoja dihadapanku ini adalah… Choi Rae Ki? Penampilannya berbeda dari biasanya. Baru kali ini aku melihat wajahnya yang di make up. Yeoppo…

Silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita. “

Mwo? Pendeta itu bilang apa? Mencium? Ditempat umum seperti ini? Yang benar saja.

Dan… kenapa Rae Ki menatapku dengan evil?

Cho Kyuhyun, kalau kau berani menciumku didepan umum. KAU AKAN MATI DITANGANKU! ARA? “ Lirih Rae Ki tapi aku bisa mendengarnya.

Masa Bodo. Bukannya sekarang dia sudah menjadi istriku. Apa salahnya aku mencium istriku sendiri. Dengan cepat aku mencium bibir Rae Ki.

Choi Rae Ki POV

SIALAN!! Kau berani mencuri first kissku, HA. Kau benar-benar ingin mati CHO KYUHYUN. Dalam hitungan detik aku memukul perut Kyuhyun, mungkin tidak sekeras dulu. Tapi itu berhasil membuat bibir kami terlepas.

HYA! Choi Rae Ki-aa, kau ingin membunuh suamimu dihari pernikahan, HA! “

BINGO KYUHYUN, kau berhasil mempermalukaku keseluruh penjuru dunia.

HYA! Choi Rae Ki-aa, aku akan menyerangmu nanti. Tunggu pembalasanku. “ lirih Kyuhyun saat berbicara ditelingaku.

CIH! Kau yang akan MATI. “ lirihku

Wajah sialan itu kini tertawa kemenangan. SIAL! Dasar evil.

>>>>>> Malam harinya <<<<<<

Kyuhyun POV

Adegan apa lagi ini?

Rae Ki-aa, jaga dirimu baik-baik ya. Sering berkunjung kemari. Hmm~ “ Seru eomma

Mungkin saat ini aku harus terbiasa menyebut orang tua Rae Ki dengan sebutan appa dan eomma.

Eomma, jangan menangis seperti ini. Aku hanya pindah apartement saja. Lagian juga apartementnya tidak jauh dari sini kan. “

Eomma pasti sangat merindukanmu, Rae Ki-aa. “

Sudahlah. Kalau kau menangis Rae Ki pasti akan berat meninggalkan rumah. Dia sekarang sudah menjadi milik Kyuhyun-aa. “ Kali ini yang berbicara appa

Min Ho oppa, padahal aku baru melihatmu 2 hari ini. Dan sekarang giliranku yang meninggalkan rumah. “

Ayolah Choi Rae Ki, kita hanya pindah ke apartement, kenapa sikapmu seperti ini. Berlebihan… ‘ batinku

Jaga diri baik-baik ya… “

Min Ho oppa, aku pasti merindukan oppa, Min Ri eonnie dan keponakan kecilku… HyoRi. “

Sukmo… sukmo mau pergi kemana? “ seru gadis kecil berumur 5 tahun yang berdiri disamping Min Ho hyung. dia itu HyoRi putri pertama dari Choi Min Ho hyung dan Choi Min Ri nuna.

HYA! HyoRi, panggil aku eonnie. Aku terlalu muda untuk kau panggil sukmo. “

Araseo. “

Sampai kapan adengan dramatis dan berpelukkan ini berlangsung? Jika aku melihat seperti ini, bisa-bisa air mataku keluar.

Baiklah semuanya. Aku pergi.

Rae In-aa, jaga eomma dan appa baik –baik. Jangan terlalu sering bermain game. Dan carilah namjachingu yang tidak evil dan… gamers. “

Kenapa saat berkata evil dan gamers Rae Ki menatapku sinis, HA?

Araseo eonnie.

Eonnie-yya, annyeong. “

Akhirnya adegan dramatis selesai. Keluarga Rae Ki lalu mengantarkan kami sampai depan mobil. Dalam perjalanan ke apartement, Choi Rae Ki terus menangis.

Ayolah Choi Rae Ki, jangan membuatku seperti seorang penjahat yang menyandra tawanannya sampai membuatnya menangis.

Perjalanan yang lumayan jauh dari rumah Rae Ki. Akhirnya kami sampai di apartement. Seharusnya kami honeymoon, tapi Rae Ki menolaknya. Ya sudah… turuti saja apa yang dikatakan istrimu Kyuhyun.

Kami langsung memasukan kode kunci apartement dan masuk kedalam. Hhhuuuuaaaaa… selera appa yang gelamor tidak hilang. Apartement yang nyaman dan… bagus. Ada pendingin ruangan dan penghangat ruangan. Lengkap!

Choi Rae Ki POV

Mungkin si Evil itu tersenyum bebas saat ini.

Saat masuk kedalam apartement, aku langsung berbaring disofa. Aku merasakan mataku bengkak karna menangis. Baru kali ini aku meninggalkan rumah. Baiklah… aku mulai bosan.

Aku langsung mengeluarkan laptop dari tasku yang aku gendong dan meletakkannya di atas meja. Aku kemudian membuka twitter. Hhuuuuuaaaaauuuuuwwww… followersku bertambah. Apa ini efek dari penikahanku dengan Kyuhyun anggota Super Junior? Dan HEY! Banyak ELF terutama Sparkyu yang tidak terima menerima sikapku yang memukul perut Kyuhyun sewaktu ia menciumku di altar tadi.

Lihat! Kau di bashing oleh selingkuhanku… Sparkyu, atas kelakuanmu yang seenaknya meninjuku. “

Uuuuuwwwwaaaaaaa… sejak kapan si evil duduk disampingku? Dengan cepat aku menutup laptopku.

HYA! Senaknya saja kau membaca TLku. PERGI! “

Aku kemudian membuka laptopku, Dan HEY! Saat aku melihat lagi mention-mention yg masuk, ada juga ribuan orang yang tertawa saat aku memukul Kyuhyun. Ahahahaha haaa~ setidaknya ada yg mendukung aksiku yang… keterlaluan terhadap suamiku. Ahahaha haa~

Aku kemudian menengok kebelakangku dan mendapati Kyuhyun sedang asyik berselingkuhria dengan si putih PSPnya. Baiklah… bukan Cuma Kyuhyun saja yg bisa selingkuh. Aku juga bisa berselingkuhria dengan si silver laptopku. HAH!

Author POV

Hampir 3 jam mereka sibuk dengan selingkuhan masing-masing. Bahkan mereka tidak sadar kalau sekarang sudah jam 10 malam.

Choi Rae Ki-aa, aku lapar. Masakan masakan enak untukku. “

Choi Rae Ki tetap sibuk memandangi layar laptopnya sedangkan Kyuhyun sudah mematikan PSPnya.

Choi Rae Ki-aa!!! “

WAEYO? “

Ayo masakan makanan untukku. “

HYA! Kau tau sendiri kita baru pindah keapartement. Jadi tidak ada bahan yang bisa dimasak.

Hanya ada ramyeon. “

Ramyeon juga tidak apa-apa, asalkan aku makan. “

Nde. “

Rae Ki kemudian mematikan laptopnya dan berjalan kedapur. Saat sedang membuat ramyeon, tiba-tiba Kyuhyun memeluk Rae Ki dari belakang dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rae Ki.

HYA! KAU INGIN MATI SEKARANG CHO KYUHYUN?? LEPASKAN TANGANMU! “

Ayolah Choi Rae Ki-aa, kita sekarang berdua di apartement ini.

Kita mulai dari mana…? “

LEPASKAN TANGANMU! DASAR MESUM. “

CIH! Aku ini suamimu.

Mari kita lakukan sekarang. “ sembari mengeratkan tangannya ke pinggang Rae Ki.

Kyuhyun POV

Dengan cepat aku membalikan tubuh Rae Ki dan menghadap kearahku. Deg! Deg! Kenapa lagi jantungku ini, Ha! Kenapa berdetak sangat kencang? Perlahan aku mendekatkan wajahku ke wajah Rae Ki dan dia berusaha untuk menghindarinya. Seketika aku berhenti dan menatapnya dengan senyuman killerku.

Kalau kepalamu terus mundur, aku tidak bisa menciummu chagiya~ “

Dasar otak mesum! Lepas!!! Atau aku akan . . . “

Bbbbbbbbuuuuukkkkk~

TEPAT! Pukulan Choi Rae Ki tepat mengenai perutku yang sedang kelaparan ini.

HYA! Kenapa kau menggunakan karatemu? “

Waeyo? Aku akan mengeluarkan karateku saat aku dalam keadaan BAHAYA.

Kau masak sendiri. Aku mau tidur!! “

Choi Rae KI POV

Tenanglah! Aku memukul perutnya tidak keras kok. Aku juga masih punya perasaan.

Setelah memberi pelajaran pada evil itu, aku lalu mengambil selingkuhanku dan langsung menuju kamar.

HYA! Rae Ki… auw… “

Aku lalu menaruh laptoku diatas ranjang dan menyalakannya. Sembari menunggu loading, aku keluar dan mengambil tas berisi baju-bajuku dan sekilas aku melihat Kyuhyun yang masih didapur dan sepertinya sedang memasak ramyeon. Tenanglah… dia kalau masak ramyeon bisa kok. Aku lalu masuk kedalam kamar dan mengganti bajuku dengan baju tidur. setelah itu aku duduk diranjang dan mulai berselingkuh dengan Laptop. Dengan cepat aku buka twitter dan cywordku tak lupa juga aku membawa roti dan susu coklat botol dari tasku. Ahahah haa~

Hey.. Apa ini? “

*Layar Laptop

@MSimplELF : Rae Ki eonnie, buka link ini. Pasti eonnie kaget melihat isinya. Dan selamat menempuh hidup baru bersama Kyuhyun si Evil Magnae. Jagalah dia dan beri dia makan tepat waktu. Jangan lupa beri babyKyuRae. Banggabseumnida, Rae Ki-eonnie.

CIH! Memangnya aku ini babysisternya yang harus memberinya makan tepat waktu. Dan, MWOYA! Baby KyuRae? Dream High!

Sepertinya link ini menuju YouTube. “ lirihku

Tanpa pikir panjang, aku langsung membuka link dari ELF itu dan . . .

HEY! Apa-apaan ini? Kenapa adegan ini diunggah ke youtube? Memalukkan!! “

Yang benar saja, video aksiku yang memukul Kyuhyun waktu di altar diunggah ke youtube. SIAL!!! Aku bisa di kroyok SparkKyu kalau mereka liat. PASTI mereka sudah liat. 1 kata, MASA BODOH. Aku kemudian memakan roti sambil selingkuh dengan laptopku. Tak selang beberapa detik, Kyuhyun masuk kedalam kamar dan langsung berbaring di sampingku.

Author POV

Kyuhyun lalu tidur membelakangi Rae Ki yang sedari tadi melihat kearah Laptopnya. Karna kesal Rae Ki tidah melihat kehadirannya yang berada disampingnya, Kyuhyun lantas berbalik dan melihat kearah laptop Rae Ki.

Sedang apa kau Rae Ki-aa? “

Kali ini Rae Ki tetap melihat kearah laptopnya sembari memakan roti bungkus yang ia pegang ditangan kirinya.

HYA! Suamimu sedang bertanya, kenapa kau mengabaikannya?!! “

Aku tidak punya suami. Yang aku punya hewan peliharaan. “

MWOYA! “

Kyuhyun POV

Mwoya? Dia bilang apa, hewan peliharaan? CATAT! Hewan peliharaan. Nugu?

Kau itu bukan suamiku, melainkan hewan peliharaanku. “

HYA! Kau ingin aku memakanmu sekarang, HA! “

Tanpa pikir panjang, aku langsung menarik pundaknya dan Rae Ki terjatuh tepat di sampingku dan wajahnya… innocent. Perlahan aku mendekatkan wajahku dan mencium ujung bibirnya. Dan, Hey! Ini enak… sepertinya Rae Ki habis meminum susu rasa coklat.

Ini sangat enak Rae Ki-aa. “

Lihatlah! Wajahnya tetap terlihat pabo dan… memerah. Ahahaha haaa~ Entah sejak kapan aku menyukai wajahnya seperti ini… yang pabo.

Ingat! Itu bukan ciuman. Tapi aku membersihkan mulutmu dari susu coklat yang kau minum. “

DASAR YADONG! “

Dengan cepat Rae Ki bangun dan mematikan laptopnya serta menaruhnya dimeja dekat ranjang. Saat setelah membuang bungkus susu dan rotinya kedalam tempat sampah, Rae Ki kemudian tidur disebelahku dan… membelakangiku.

Choi Rae Ki POV

Hari yang sangat melelahkan. Rasanya tubuhku ini hampir remuk. Sekarang aku tidur disebelahnya si evil… sangat menggelikan. Aku merasa ia melihat punggungku.

Rae Ki-aa… “

Waeyo? “

Bukannya ini malam pertama kita. “

Ini malam ke tiga, Pabo. “

Haa~ Ooo… geurdae. Sebelumnya kita pernah tidur bersama. “

Tidurlah, Kyu. Aku hari ini sangat capek dan tdak ingin marah-marah lagi denganmu. “

Siapa suruh kau marah-marah denganku? “

Kyuhyun POV

Kenapa tidak ada jawaban darinya? Apa Choi Rae Ki sudah tidur? Tunggu! Choi Rae Ki? HEY! Bukannya dia sudah menjadi istriku. Harusnya marganya berganti menjadi CHO bukan CHOI.

Cho Rae Ki-aa… “ rengekku sambil mendorong pelan punggungnya kedepan.

OK. Tidak ada jawaban darinya.

Cho Rae Ki-aa… “rengekku lagi sambil mendorong pelan punggungnya kedepan.

“ … waeyo~? “

Dengan muka yang masih setengah sadar Rae Ki mengubah posisi tudurnya jadi menghadap kearahku. Aku lihat matanya tertutup.

Cho Rae Ki-aa… “ lirihku. Kali ini suaraku lebih pelan.

Namaku Choi Rae Ki, bukan Cho Rae Ki. “

Suaranya terdengar pelan tapi aku mendengarnya. Mungkin Rae Ki capek, tapi aku belum ingin tidur walaupun ini sudah jam 12 malam.

Ara~ Tapi sekarang kau istriku. Jadi margamu harus sesuai dengan margaku. “

Hm.. “

Rae Ki-aa, kenapa kau tidak menyukaiku melainkan menyukai Sungmin hyung? “

OK. Mungkin pertanyaanku ini terlalu mendadak dan to the point. Sampai-sampai membuat matanya tebuka dan menatapku aneh.

Jadi, kau ingin tau kenapa aku tidak menyukaimu, Kyu? Dan menyukai Sungmin oppa? “

Aku hanya mengangguk kecil dan Rae Ki mengambil bantal guling dan memeluknya. Sampai-sampai aku hanya melihat wajahnya saja.

Baiklah. Aku akan menceritakan sedikit kenapa aku menyukai Sungmin oppa dibandingkan kau, Kyu.

Berawal dari Super Junior debut. Saat itu, kau tidak ada. Aku pertama kalinya menonton konser Super Junior dengan Rae In dan kami duduk di bangku depan. Saat ditengah konser, member super junior membawa beberapa tangkai bunga mawar pelastik ditangan mereka. Kau tau, saat itu Sungmin oppa memberikan bunga mawar pertama yang ia pegang untukku. Entah, Sungmin oppa mengingat kejadian waktu itu atau tidak. Yang penting sampai kapanpun aku akan mengingatnya. Dan bunga mawar itu juga masih aku simpan. “

Jadi, kau masih menyimpannya? Dan Cuma gara-gara bunga mawar itu kau menyukai Sungmin hyung? “

Hmm~ “

Lantas, kenapa kau tidak menyukaiku? Bukannya aku ini tampan, pintar, dan daya tarikku yang sangat tampan membuat para yeoja pingsan. “

Percaya dirimu sangat tinggi, Kyu.

Aku tidak menyukaimu karna kau dekat dengan Sungmin oppa dan kau selalu terlihat manja setiap kali kau dengannya. Kau juga sangat evil sampai-sampai membuat jadwal untuk menjaili hyungdeulmu dari hari senin sampai minggu. Dan aku masih ingat awal pertama kau masuk menjadi anggota Super Junior ke 13. Waktu itu semua ELF tidak menyetujui penambahan anggota Super Junior. Bashing yang menurutku sangat lama semenjak kau masuk ke dalam Super Junior dan akhirnya mereka semua bisa menerimamu hingga saat ini. “

Cuma gara-gara itu? “

hmm~ Terdengar sepele kan menurutmu. “

Tidak terlalu. Mungkin kalau aku di posisimu aku akan bersikap seperti itu. “

“ … “

Rae Ki-aa… “

Apa lagi? “

Jujur… aku merasa sangat capek kalau harus bertengkar dan marah padamu. Apa kau merasakan hal yang sama? “

Hmm~ “

Mungkin ini terdengar konyol. Walaupun status kita sekarang sebagai suami istri, bisakah kita mulai dari awal dengan baik? “

Maksudnya? “

Pernikahan ini terlalu cepat dan aku belum memahamimu. Berteman bahkan berpacaranpun terlewati. “

Lalu? “

Rae Ki-aa, aku ingin memahamimu lebih dalam. Aku ingin memulai dari awal. Maukah kau… berteman denganku? “

Haa~ … … Ahahahahahahahahahahah haaaaa~ “

Choi Rae Ki POV

Lucu sekali wajahnya yang memintaku untuk menjadi temannya. Dasar namja PABO!

HYA! Kenapa kau tertawa? “

Ani. Ahahaha… terlihat sangat lucu wajahmu itu, Kyu. “

Jadi? “

Sejenak aku menghentikan tertawaku dan menatap wajah Kyuhyun yang mulai terlihat serius menatapku. Deg Deg… Deg Deg… Kenapa jantungku berdebar seperti ini?

Hmm~ … … … Johayo. “

Jadi, kita sekarang berteman? “

Nde. “

Tanpa seijinku, Kyuhyun langsung memelukku. Untung ada bantal guling ditengah-tengah kami. Jadi tubuhku terlindungi darinya. Aku merasakan Kyuhyun mencium keningku. BINGO CHO KYUHYUN! Kau berhasil membuat detak jantungku menjadi tak beraturan seperti ini.

Kembalilah memanggilku Kyuhyun oppa, Rae Ki-aa. “ Lirih Kyu ditelingaku

Nde. “

Author POV

Tanpa Kyuhyun sadari, perlahan mata Rae Ki tetutup dan tertidur pulas. Saat Kyuhyun melepaskan pelukkannya, Kyuhyun melihat wajah Rae Ki begitu dekat walaupun ada bantal guling ditengah-tengah mereka.

Cho Rae Ki-aa… gomawo. Aku harap kita bisa saling memahami satu sama lain. Dan semoga cupid bisa memanahkan panah cintanya pada kita. “

Lirih Kyuhyun dan kemudian mencium hidung Rae Ki setelah itu memeluknya kembali. Kyuhyun juga terlelap tidur saat memeluk Rae Ki.

THE END

Kita lahir dengan dua mata didepan wajah kita, kerena kita tidak boleh melihat kebelakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintainya. Berilah cinta tanpa meminta balasan darinya dan kita akan menemui… Cinta yang jauh lebih indah. ^^ “

Unique Wedding #4

Published 22 Maret 2012 by choiraeki

Unique Wedding

#4

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Rae Ki
  • Family’s Choi
  • Family’s Cho
  • Member Super Junior

Genre :

OTHER

Kyuhyun POV

Pagi yang indah. Kalian tau semalam aku tidur 1 ranjang dengan Rae Ki. Tapi tenang… kami tidak melakukan apapun. Malah aku mendapat pukulan keras di perutku. SIAL! Kenapa dia seperti Sungmin hyung. Dan asal kalian tau, ternyata Choi Rae Ki sudah memegang sabuk hitam taekwondo. CATAT! TAEK WON DO. Aku kira dia orangnya polos dan pintar, ternyata dugaanku salah.

[Flashback]

HYA! Lepaskan tanganmu sekarang CHO KYUHYUN! Dasar otak mesum!! “

Aku lalu melepaskan tanganku dari pergelangan tangannya dan Choi Rae Ki mengelus pergelangan tangannya yang aku genggam.

Berhenti mengataiku otak mesum!!

Aku capek… mari kita tidur. “

HYA! Siapa juga yang mau tidur 1 ranjang denganmu, HA! “

Lalu aku tidur dimana? “

Choi Rae Ki lalu melihat sofa panjang dekat meja belajarnya. Dan aku tau maksud dari tatapannya itu.

Aniyo. Aku tidak bisa tidur di sofa. “

Kalau gitu kau tidur di luar!! “

SIAL! Bukannya dia sudah tau kalau hari ini cuacanya dingin. Baiklah… aku kalah. Daripada aku tidur di luar dan mati kedinginan. Lebih baik aku tidur disofa dalam kamar Rae Ki. Setidaknya disini tidak begitu dingin.

Aniyo.

Joha. Aku tidur di sofa. PUAS! “

SANGAT PUAS! “

Choi Rae Ki lalu berbaring di ranjang yang menurutku… sangat hangat dengan badcover yang tebal. Sedangkan aku… tidur di sofa dengan seprei ranjang yang tipis. Aku berusaha untuk tidur dan menyamankan tubuhku di sofa. Setiap detik tubuhku terus bolak balik ke kiri dan kekanan. Aku tengok Choi Rae Ki yang tidur pulas dengan badcover yang menghangatkan tubuhnya dan aku melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 11:15 PM. Aku terus berusaha untuk tidur dan tubuhku terus bolak balik ke kiri dan kekanan. Saat aku membalikkan tubuhku dan….

BRUUUUUUUUUKKKKKKKKKK!!!!!!!!

AAAUUUUUUUUUUUWWWWWWWWWW~ “

Choi Rae Ki kaget dengan aksiku yang jatuh dari sofa dan melihatku. HEY! Wajah apa itu, kenapa dia tertawa kecil melihatku. SIAL!

Choi Rae Ki lalu turun dari ranjangnya dan menolongku duduk di sofa sialan ini.

Gwenchanayo? “

Kau tidak lihat, HA! Pinggangku sakit akibat jatuh dari sofa. “

Kalau tidak bisa tidur di sofa, seharusnya kau bilang. “

Dia ini… pabo atau gimana. Jelas jelas tadi aku sudah mengatakan kalau aku tidak bisa tidur di sofa.

Apa pinggangmu masih sakit? “

Choi Rae Ki kemudian membalikkan tubuhku membelakanginya. Aku merasakan tangan Rae Ki menyentuh pinggangku. Aku sedikit melihat kebelakang dan Rae Ki sedang membuka lemari bawah meja belajarnya dan mengambil kotak P3K. Waahhh~ ternyata dia cekatan juga. Aku merasakan Choi Rae Ki menaruh plester dipinggangku dan rasanya… Hangat.

Gomawo Rae Ki-aa. “

Cheonmaneyo.

Sudah selesai. Plester ini akan menyembuhkan pinggangmu. “

Aku lalu membalikkan tubuhku menghadap Choi Rae Ki dan memeluknya. NAAS! Dalam hitungan detik dia memukul perutku dengan segumpal tangannya.

Bbbuuuuuuukkkk…

Aku langsung mendorong tubuh Rae Ki.

HYA! “

Sekali lagi kau memelukku. MATI KAU CHO KYUHYUN!

Asal kau tau.. aku pemegang sabuk hitam taekwondo waktu di SMA. “

MWO? Sabuk hitam? Sial! Pukulannya sakit juga. Tapi melihat ekspresinya tadi yang marah dan… pipinya memerah itu. Hahaha haa~ pasti dia malu. Choi Rae Ki kemudian berbaring diranjang membelakangiku dan aku masih duduk di sofa sambil memegang perutku yang dia bogem dengan tangannya.

Sepertinya setelah aku melayangkan tinjuku keperutmu, kau tidak akan macam-macam.

Tidurlah diranjang. Kalau kau tidur disofa, pasti kau akan terjatuh lagi dan membuatku bangun dengan suara jatuhmu itu. “

[Flashback End]

Begitulah ceritanya aku bisa 1 ranjang dengan Choi Rae Ki dan perutku… OMO~ kasihan perutku ini. Aku terus melihat wajah Choi Rae Ki yang masih tertidur pulas. Wajahnya seperti bayi yang sedang tidur… lucu. Berbeda 180 derajat dengan wajah yang tadi malam.

Hmmm~ Wangi apa ini. Sepertinya ada yang sedang memasak. Aku sekilas melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 06:25 AM.

Choi Rae In-aa, dia kan sekolah hari ini. Aku harus mengantarkannya ke sekolah. “

Aku kemudian keluar kamar dan melihat kamar Rae In yang pintunya terbuka. Aku langsung memasukkan kepalaku dan melihat kamar Rae In. dan ternyata… Kosong.

Apa dia sudah berangkat. Sepagi ini? “

Aku kembali mencium aroma masakan dari dapur. Akupun melangkah menuju dapur dan melihat Choi Rae In yang sedang memasak.

Rae In-aa.. “

Ooo… Kyuhyun oppa.

Good morning. “

Hmm~

Kau sedang memasak? “

Memangnya aku sedang terlihat apa? Mandi? “

Hehehe…

Kau memasak apa? “

Aku kemudian berdiri disamping Rae In dan melihat isi penggorengan yang terlihat Rae In sedang memasak nasi goreng.

Nasi goreng oppa.

Semalam oppa tidur dikamar Min Ho oppa? “

Ani.

Aku tidur dikamar eonniemu. “

MWO! Jadi semalam kalian tidur 1 kamar? “

Hmm~ “

1 Ranjang? “

Hmm~ “

Jadi kalian… sudah… “

HYA! Jangan berfikir yang tidak-tidak. Aku tidak mungkin melakuannya sebelum eonniemu sudah sah menjadi istriku. “

Fffiiuuuhhh~

Oya, aku tadi niatnya mau membuat 1 porsi untukku sendiri. Tapi, ini kebanyakan.

Oppa mau sarapan denganku? “

Ini tidak beracunkan? “

Ani. Kalau oppa yang memasak nah baru beracun. “

JLEBB! Kata-kata Rae In tepat mengenai perasaanku. Apa salah kalau namja tidak bisa memasak dan benci kedapur? (author : SALAH BESAR!. #langsungdijitakKyu) Tapi setidaknya aku bisa memasak air dan mie instan cup (author: GAK TANYA. #langsungdijitakKyulagi)

Duduklah dimeja makan oppa. “

Aku lalu memposisikan duduk di meja makan dan Rae In menyiapkan sepiring nasi goreng dihadapanku dan dia duduk dihadapanku sambil menyantap nasi goreng.

Enak? “

Hmm~ “ jawabku sambil mengunyak masakan Rae In.

Apa keluarga ini semua anggotanya pandai memasak? Hahahah~ kenapa tidak membuka restoran sekalian.

Rae In-aa, kau sudah mandi? “

Hmm~ “

Kenapa kau tidak membangunkan eonniemu untuk memasakkan untukmu? “

Ani.

Aku tau eonnie semalam sangat lelah. Maka dari itu aku takut membangunkannya. Bisa2 pipiku biru gara2 aku membangunkan tidurnya. “

Ahahaha haa~

Eonniemu dari depannya terlihat fenim, tapi ternyata dia sadis juga. “

Ahahaha haa~ Geurdae.

Ooo… sudah jam 06:30. Aku harus ganti bajuku dengan seragam sekolah. “

Dengan cepat Choi Rae Ki meninggalkan sarapannya yang masih tersisah sedikit dan langsung berlari keatas dan kembali turun saat setelah memakai baju seragam sekolahnya. Aku kemudian meletakkan piringku dan piring Rae In ketepat pencucian piring. Aku melihat Rae In terburu-buru memakai kaos kaki.

Aku berangkat dulu oppa.

Bye.. “

Loh… Harusnya aku mengantarmu kesekolah kan? “

Aniyo. Aku bawa mobil sendiri. “

HYA! Bukannya kau masih kelas 2 SMA. Kenapa sudah boleh memakai mobil? “

Tenanglah. Aku sudah 17 tahun, oppa. Dan aku juga sudah membuat SIM.

OK. Aku berangkat. “

Choi Rae In dengan gelagat yang masih terburu-buru kemudian keluar dari rumah. Ayolah… ini baru jam 06:30 kan? Kenapa dia terlihat terburu-buru. Bukkannya jam masuk sekolah masih jam 7?

Sudahlah. Aku langsung mengambil kunci mobil Choi Rae Ki dan mengambil tasku yang berisi buku kuliah dan pakaianku yang sengaja aku tinggal didalam mobil semalam. Aku lalu menaruh tasku di ruang TV dan menuju dapur. HEY! Sepertinya si malas itu masih tidur. Aku akan membuatkan sarapan untuknya. Hitung-hitung aku mengucapkan terimakasih pada Rae In karna sudah membuatkanku sarapan tadi. Baiklah! Aku lihat lemari atasku dan melihat sepageti. Baiklah. Aku akan memasak sepageti.

Setelah bertarung dengan bumbu-bumbu ini, akhirnya sepageti buatanku jadi.

Taaaaaaaarrrrrrrrraaa~ Sepageti ala Cho Kyuhyun. “ teriakku saat menaruh piring sepageti diatas meja makan.

Baik… saatnya membangunkan si malas itu. Aku kemudian menuju kamar Rae Ki dengan menenteng tasku. Dan lihat… SI Malas ini masih tidur. Aku kemudian menyentuh pipinya dengan jari telunjukku.

HYA! Choi Rae Ki. Apa kau tidak ada kuliah hari ini? “

Ddddrrrrrr ddddrrrr… ddddddddrrrrrrr ddddddddrrrrrrrrr…

Pesan dari siapa ini? Buka atau tidak? Buka saja lah..

From: Henry

Good morning Choi Rae Ki. Sorry semalam aku lupa memberimu jadwal untuk kuliahmu hari ini. Aku sudah mencatatkan jadwalmu di kertas, tapi aku lupa mengasihkan jadwal itu kemarin. Karna kau menghipnotisku dengan masakanmu yang enak itu. ^^

CIH! Apa dia sedang mengeluarkan gombalan? “

Choi Rae Ki, hari ini kau ada kuliah pagi jam 8 dan kau 1 kelas denganku. Nanti kita duduk bersama ya..

Bye… see you.

Sedang apa dia, HA? Mengirimi pesan singkat seperti ini. Apa dia menyukai Choi Rae Ki-aa? “

Aku kemudian menaruh HPnya sedikit keras dimeja dan membangunkan Choi Rae Ki lagi. Aaassshhhh… dasar pemalas.

CHOI RAE KI-AA!! Kau ada kuliah jam 8!! Cepat Bangun! “

Choi Rae Ki mulai terbangun dan perlahan membuka matanya.

Choi Rae Ki POV

Kenapa dia berteriak sekeras itu, Ha? Apa dia sengaja membuatku tuli?

Aku kemudian membuka mataku dan melihat wajahnya yang sudah… dekat denganku. Dalam hitungan detik aku mendorong wajahnya yang terlihat mesum itu sampai ia membentur lemariku.

Bbbbrruuuuukkk

HYA! Dasar otak mesum. Kenapa menaruh wajahmu dihadapanku? “

HYA! Kau ini yeoja, kenapa tenagamu kuat sekali, Ha. “

Kyuhyun masih duduk dilantai dan aku melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 06:55.

Aaaaaa! Aku lupa membangunkan Rae In-aa. “

Tenanglah. Dia sudah berangkat 30 menit yang lalu. “

Terus yang memasakkan sarapan paginya… jangan bilang kalau kau yang memasak. “

Ani. Dia memasak sarapannya sendiri. Bahkan dia membuatkanku sarapan juga. “

Syukurlah… Untung dongsaengku ini sudah aku latih memasak dari SMP. “

Bangun dan cepat mandi. Kau ada kuliah pagi jam 8. “

MWO? Darimana kau tau. “

Kyuhyun kemudian berdiri dan duduk dihadapanku. Dengan cepat aku langsung duduk dan sedikit menjauh darinya.

Apa kau takut kalau aku akan menerkammu, Rae Ki-aa?

Ahahaha haa~ tenanglah, aku tidak akan menerkammu sebelum kau sah jadi istriku. “

SIAPA YANG MAU JADI ISTRIMU CHO KYUHYUN!!! “

Sudahlah, jangan merusak moodku dengan teriakkanmu. Moodku hari ini sangat baik. “

Lihatlah… dia tersenyum bahagia sekali. Apa yang membuat moodnya baik, HA? Aku sama sekali TIDAK penasaran.

Kau tau, moodku hari ini sedang baik. Karna… aku dan kau… sudah…

Tidur 1 ranjang. “

Kenapa nada bicaranya dibuat-buat seperti itu saat mengatakan ‘tidur 1 ranjang’? Tunggu… dia bilang apa, tidur 1 ranjang?

HYA! CHO KYUHYUN . . . NDO! “

SIAL! Pukulanku meleset dari wajahnya. Dia sudah keburu berlari menuju kamar mandi. Pasti… Pasti mukaku merah. Kyuhyun tidak boleh melihat mukaku. Aku kemudian mengambil baju gantiku dan pergi mandi di kamar Rae In.

Kyuhyun POV

Apa amarahnya sudah mereda diluar sana? Atau dia sedang bersiap-siap untuk memukulku dengan tangannya? Ayolah… aku ingin berangkat kuliah. Aku kan juga ada jadwal pagi. Kenapa aku terjebak dikamar mandi seperti ini.

Rae Ki-aa, Mianhae! “ seruku dari kamar mandi.

Sepertinya, dia tidak ada diluar. OK, aku mulai membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan kepalaku dan melihat seluruh kamar. Kosong… dia kemana? Aku kemudian keluar dari kamar mandi. HEY! Jalanku seperti pencuri yang ingin mencuri barang dari kamar ini.

Krrreeekkk…

Aku lalu melihat kearah pintu dan… CHOI RAE KI. OMO~ dia sedang mengeringkan rambutnya yang panjang dihadapanku. Aroma shmpoonya juga melewati hidungku. WAEYO? Kenapa jantungku berdetak kencang, HA?

HYA! Kau sedang liat apa CHO KYUHYUN! “

Teriakkan yang keras itu seketika mengalihkan pandanganku yang semula sedang melihatnya sibuk mengeringkan ramput panjangnya dengan handuk.

An… An.. Aniyo. “

Choi Rae Ki lalu lewat didepanku dan mengambil hairdayer di laci meja. Aroma shampoonya… sangat wangi. Tunggu… kenapa jantungku berdetak lebih kencang? Aku harus periksa kedokter. Aku takut jantungku kenapa napa. Untuk menetralkan detak jantungku, aku kemudian menarik nafas dan menghembuskan kembali.

Rae Ki-aa, kau… ada… jadwal pagi. “

HEY! Kenapa aku jadi gagap seperti ini. ‘ batinku

Araseo. Kau sudah mengatakan itu sebelum kau kabur kekamar mandi. “

JLEBB! Deg deg… deg deg… Dia masih ingat. Aku kira lupa. Tapi kenapa dia belum membunuhku, malah sibuk mengeringkan rambutnya.

Tenanglah. Aku tidak akan membunuhmu. Karna aku tidak ingin masuk Koran pagi ini Cuma gara-gara aku memukul anggota Super Junior sampai tewas hanya gara-gara perkataan ‘ Karna aku dan kau sudah tidur 1 ranjang ‘. “

Aku hanya menelan air ludahku saat Rae Ki sudah selesai mengeringkan rambutnya dan melihat kearahku dengan evil. Ternyata dia bisa meniru wajah evilku. Aku akui… wajah evilnya itu sangat menyeramkan.

Choi Rae Ki POV

Aku tidak ingin merusak moodku hari ini. Ini adalah hari pertama aku masuk universitas. Jangan sampai aku merusak moodku dengan kata2nya tadi. Aku lalu mengambil tas di meja belajar dan memasukkan beberapa buku kosong kedalamnya.

Kau sudah sarapan kan?

Jadi kita langsung berangkat ke kampus. “

Tunggu. Aku tadi sudah membuatkanmu sepageti. “

Dengan cepat aku memandang Kyuhyun saat selesai meresleting tasku.

Kau memasak? Spageti? “

Waeyo?

Aku membuatkan sarapan untukmu hanya untuk membalas kebaikan dongsaengmu yang sudah memasakkan nasi goreng untukku. “

Beracunkah? “

HYA! Haaasssshhhhh… jinja jinja. Mana tega aku meracuni tunanganku sendiri, HA. Aku juga tidak ingin masuk Koran pagi ini dengan topic anggota Super Junior tega meracuni seorang ELF. “

Wajah muak. Ya… sekarang aku memasang wajah muak dan langsung keluar dari kamar. Saat aku menuju pintu, Kyuhyun tiba-tiba memegang pergelangan tanganku.

HYA! Setidaknya kau sarapan dulu. Aku sudah berusaha membuatkan sepageti untukmu. “

Kyuhyun lalu menggeretku kemeja makan dan mendudukkan tubuhku didepan… ini apa? Sepagetikah? Kenapa seperti ini penampilannya?

Makanlah. “

Kenapa aku mendapat firasat buruk melihat sepageti buatan Kyuhyun ini? Tapi dia sudah memasakkannya untukku. Baiklah… 1 sendok saja dan… Hmmm~ rasanya lumayan.

Enak? “

Lumayan. Sepagetinya… hmmm~… terlalu matang. “

Mianhae. “

Gwenchana. “

SIAL! Kenapa mengeluarkan senyuman killernya, Ha? Dia sengaja ingin membuatku mati deg degan.

Sudahlah. Kita berangkat sekarang. Aku tidak ingin telat dihari pertamaku kuliah. “

Aku dan Kyuhyun kemudian berangkat ke Universitas dan sesampainya disana kami berpisah.

>>>>>>>>

SIAL! Firasatku terbuktikan. Kalian tau, aku sekarang berada di UKS. Dan kalian tau ini semua gara-agara siapa? CHO KYUHYUN. Aku tegaskan sekali lagi… CHO KYUHYUN. Kalian pasti sudah tau kesalahannya kan? Benar. Sepageti. Kalian tau, dia itu bodoh atau apa. Kenapa dia tidak melihat kadaluarsa dari sepageti itu sebelum memasaknya. Alhasil.. si EVIL itu berhasil meracuniku. Mungkin wajahku saat ini terlihat pucat karna dari tadi aku muntah-muntah.

Choi Rae Ki-aa, kau tadi sarapan apa, ha? Kenapa kau bisa keracunan seperti ini? “ seru Lee Hye Hoon.

Lee Hye Hoon… dia adalah temanku semasa SMA sampai sekarang. Dia sangat khawatir kalau melihatku sakit. Menurutku sikapnya ini sangat berlebihan. Berbeda dengan Henry yang sedari tadi terlihat tenang disampingku.

Rae Ki, kau sarapan apa tadi pagi? “ seru Henry

Sudahlah. Kalian jangan mencemaskanku. Aku sekarang sudah agak mendingan. “

HYA! Choi Rae Ki-aa, mendingan apanya? Wajahmu masih pucat. Ya walaupun tidak sepucat tadi dan sekarang kau juga berhenti muntah-muntah. “ Sambung Lee Hye Hoon.

Choi Rae Ki, kau tau. Aku sangat mencemaskanmu. “ cetus henry sambil memegang tanganku.

Kyuhyun POV

Apa ini semua gara-gara sepageti yang aku masak tadi pagi? Aku berlari keruang UKS saat sebelumnya aku keruang kelas Choi Rae Ki dan mendapat kabar kalau Choi Rae Ki masuk ke UKS gara-gara keracunan. OK… saat ini dia berhasil membuatku panic dan berlari ke UKS. Sekarang aku sudah sampai didepan UKS. Nafasku masih tidak beraturan dan aku merasakan keringatku menetes. Aku langsung masuk kedalam dan… HEY! Pemandangan macam apa ini? Bocah itu… berani sekali menyentuh tangan Choi Rae Ki.

Choi Rae Ki, kau tau. Aku sangat mencemaskanmu. “ cetus bocah yang seingatku bernama Henry.

CIH! Adengan macam apa ini? Kenapa Choi Rae Ki tidak melayangkan tinjunya kewajah bocah itu. Itu yang sangat aku inginkan saat ini.

Kyuhyun sunbae. “ seru teman Rae Ki yg aku tidak ketahui siapa namanya.

Choi Rae Ki dan Henry langsung menatap kearahku. Aku melihat tangan Choi Rae Ki perlahan melepaskan genggaman tangan Henry.

Kyuhyun hyung, kenapa kau kesini? “

SIAL! Pertanyaan bocah ini membuatku bingung untuk menjawabnya. Pasti wajahku terlihat kebingungan saat ini. Mana mungkin aku bilang kalau aku mencemaskan Choi Rae Ki. Pasti bocah ini akan bertanya kenapa hyung mencemaskan Choi Rae Ki? Kalian ada hubungan apa? Dan bla bla bla… aku sudah terlanjur mengiyakan kepada Choi Rae Ki agar tidak mengatakan kalau aku ini tunangannya.

Henry, Gomawo sudah mencemaskanku. Tapi aku tidak apa-apa sekarang. Aku ingin pulang. “

Kau yakin Rae Ki-aa? “

Hmm~ Hye Hoon. “

Apa perlu aku mengantarmu pulang, Rae Ki? “

Aniyo Henry.

Aku pulang dengan… Kyuhyun. “

Haa~ “

Aku tadi mengirim pesan singkat ke Kyuhyun untuk mengantarkanku pulang. Bukannya kalian masih ada jadwal kuliah lagi. “

Kapan dia mengirimiku pesan singkat? Sampai sekarang saja aku tidak tau nomer HPnya dan begitu juga sebaliknya. CIH! Pandai sekali dia berbohong. ‘ batinku

Choi Rae Ki perlahan turun dari tempat tidur dan aku langsung membantunya sambil membawa tasnya. Sepertinya dia masih lemas. Kenapa tidak istirahat saja di UKS? Yeoja babo!

Gamsahabnida kalian sudah mencemaskanku. Gamsahabnida Hye Hoon. Thanks you Henry. “

Choi Rae Ki POV

Kyuhyun memapah tubuhku yang sedikit lemas menuju mobil dan memasangkan sabuk pengaman ketubuhku.

Kau masih terlihat lemas, kenapa kau pulang HA? “

Kalau aku masih disitu, Henry akan bertanya terus. Kau juga tadi tidak menjawab pertanyaan Henry kan. Ekspresi wajahmu yang kebingungan mau menjawab apa terlihat jelas. Maka dari itu aku angkat suara dan meminta pulang. “

Kyuhyun hanya menutup pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi dan memasang sabuk pengaman.

Dasar yeoja babo. “

Lirih Kyuhyun tapi aku mendengarnya dengan jelas. Dalam perjalanan pulang, Hp Kyuhyun berbunyi. Sekilas aku melihat layar HPnya yang tertulis Leeteuk hyung calling..

Nde Leeteuk hyung.

Aku sedang dijalan.

MWO?

Hmm~ Nde. “

Kyuhyun lalu menutup telp dari Leeteuk.

Rae Ki-aa, bisakah kita mampir ke dorm sebentar? “

Hmm~ Kau yang mengemudi. Terserah kau mau membawa kemana mobil ini. “

Gomawo. “

>>>>>>

#Dorm Suju

Kyuhyun POV

Betapa terkejutnya saat tau yang membukakan pintu adalah… Choi Siwon.

SIAL! Pasti Choi Rae Ki tersenyum lebar. Pasti… mana ada yeoja yang tidak tertarik dengannya.

Kyuhyun-aa, kau datang juga ke dorm. Kau kemana saja ha, tidak pernah main ke dorm. “

Nde, Siwon hyung.“

HEY! Kenapa Siwon hyung menatap kearah Choi Rae Ki?

Kyuhyun-aa, nugu? “

Annyeonghaseo. Joneun Choi Rae Ki imnida. Dangsineun… hmm~… “

Yeoja ini tunanganku. “

MWO? Kau sudah bertunangan? Kenapa tidak memberitau kami, Ha? “

Haa~ “ lirih Rae Ki

Mianhae, Siwon hyung. “

Aku langsung membawa Choi Rae Ki masuk kedalam dorm dan mendudukkan di sofa ruang tamu.

Kau duduk disini. Aku akan menjenguk Sungmin hyung dan setelah itu kita pulang.

Tempat ini sangat berbahaya untukmu. “

Apa maksudmu tempat ini sangat berbahaya? “

Uuwwwwoooooooowwwww… Kenapa si monkey yadong SuJu berdiri dibelakangku? Sejak kapan?

Kyuhyun-aa, kau membawa yeoja ke dorm? “

Dengan cepat aku langsung menutupi tubuh Rae Ki dengan berdiri didepan Rae Ki.

HYA! Menyingkirlah. Aku ingin melihat wajah yeoja itu. “

Dia tunanganku. Kalau kau melihatnya… KAU AKAN MATI. “

Bbbuukkk…

Agedan apa-apan ini, kenapa si monkey itu menyingkirkanku. Untung aku jatuh di sofa bukan dilantai. Wajah tampanku ini terselamatkan.

Kau siapa? Apa benar kau tunangannya dari bocah ini? “ seru Eunhyuk

“ … Nnnn… Nde. Joneun Choi Rae Ki imnida. “

JINJAYO!!!!!!!! “

Lagi lagi wajah innocentnya keluar.

TEUKI HYUNG!!!!! PPALIII!! KYUHYUN MEMBAWA TUNANGANNYA KESINI!!! “

SIAL! Kenapa Monkey teriak? Gomawo monkey jelek dan yodong, kau berhasil mengumpulkan hyungdeul di ruang tamu dan semua pasang mata melihat kearah Choi Rae Ki.

Choi Rae Ki POV

Sungguh! Aku tidak bisa bergutik. Semua pasang mata sekarang sedang melihat kearahku. Seperti maling yang baru tertangkap basah mencuri. Awalnya aku senang bisa bermain ke dorm SuJu. Karna secara otomatis aku bisa melihat Lee Sungmin, si Prince Pink. Dan aku bisa menebak situasi ini.

Sungmin hyung, kau sepertinya tidak sakit. “ Seru Kyuhyun

Haa~ aku baik-baik saja, Kyu. “

Teukkie hyung, kau berbohong padaku? “

Mianhae. Entah kenapa aku merindukanmu, Kyu. Makanya aku tadi menelfonmu dan mengatakan kalau Sungmin sakit parah. Hanya dengan cara itu kau dengan cepat menuju kesini dan terbukti kan kau langsung ke dorm. “

Bingo! “

Kau… benar tungannya Kyuhyun-aa? “ seru Yesung

CHO KYUHYUN… AWAS KAU. MATI! KAU TIDAK MENEPATI JANJIMU! ‘ batinku

Hmmm~… nde, Yesung oppa. “

Sejenak suasana menjadi hening dan…

CHUKKAE!! “

Seru Yesung sambil tepuk tangan dan sisusul dengan tepuk tangan seluruh member Super Junior. Kalian terlihat sangat senang? Kenapa disini tidak ada yang mengerti kesedihanku?

Perkenalkan dirimu pada kami. “ seru Donghae

Aku perlahan berdiri dan menatap mereka semua. Kecuali CHO KYUHYUN.

Annyeonghaseo oppadeul. Joneun Choi Rae Ki-imnida. Je naineun 19sal imnida. Bangabseumnida. “

Aku kemudian membungkukkan tubuhku dan kembali duduk.

Kau masih muda ternyata. Usiamu saja 19 tahun.

YAA! Cho Kyuhyun, kau akan segera menikah dengan bocah ini. “ seru Eunhyuk

HEY! Siapa yang bocah ha? ‘ batinku

Choi Rae Ki-ssi, wajahmu terlihat pucat. Apa kau sakit? “

Tanpa seijinku, Sungmin langsung menaruh telapak tangannya ke keningku mencoba mengecek aku panas aku tidak. Jantungku? Kenapa jadi tidak beraturan seperti ini saat Sungmin menyentuk keningku.

Kau tidak panas, kenapa wajahmu pucat? “

Mw… mwo?

Aku sedikit tidak enak badan, oppa. “

Kyuhyun POV

Sungmin hyung, jahat sekali kau. Didepan mataku kau beraninya menyentuh Choi Rae Ki. Kau sungguh keterlaluan. Aku disini Sungmin hyung… apa kau tidak melihatku. Tega sekali kau… Bahkan, saat wajahku pucat Sungmin hyung tidak memegang keningku. Hanya bertanya tentang kondisiku.

Pasti… dia dalam hati tersenyum lebar saat telapak tangan Sungmin hyung mendarat dikeningnya.

Sungmin hyung, hati-hati… si Evil sedang melihat kelakuanmu saat hyung menyentuh kening tunangannya. “

Uuuwwoooo… aku tidak sadar kalau Wookie duduk disampingku dan melihatku saat Sungmin hyung melakukan adegan yang membuatku panas.

Ahahaha haa~ jinjayo, Kyu?

Tenanglah… aku tidak akan merebut tunanganmu yang manis ini. “

Mwo? Manis? Sedikit manis tepatnya. Diluarnya saja manis, didalamnya… pahit. Sama sepertimu hyung. Diam diam dia menguasai beladiri sepertimu dan mendapat sabuk hitam.

Author POV

Mereka akhirnya berbincang-bincang dengan santai di ruang tamu. Kehadiran Choi Rae Ki sebagai tunangannya Cho Kyuhyun disambut dengan gembira dan hangat oleh member Super Junior yang lain. Dengan mendadak, mereka mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan pertunangan Kyuhyun.

>>>>>> TO BE CONTINNUED <<<<<<

Unique Wedding #3

Published 22 Maret 2012 by choiraeki

Unique Wedding

#3

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Rae Ki
  • Family’s Choi
  • Family’s Cho
  • Member Super Junior

 

Genre :

OTHER

Author POV

Kyuhyun terus menutupi hidungnya setiap kali Choi Rae Ki menaruh sayuran di troler yang didorongnya.

 

Kan sudah aku bilang, kalau oppa tidak usah ikut. “

 

Gwenchana. “

 

Baiklah. Kita kekasir sekarang. “

 

Dalam perjalanan kekasir, HP Choi Rae Ki berbunyi.

*ringtone Kyuhyun – 7 year of love

#Layar HP

 

Choi Rae In calling…

 

Nde.

Araseo.

Aku akan menyusulmu kekasir no 3. “

 

Kyuhyun POV

Lagu yang aku nyanyikan ternyata dijadikan ringtone di HP Choi Rae Ki. Bukannya dia bilang tidak menyukaiku, kenapa memakai suaraku untuk dijadikan ringone.

 

Eonnie-aa… “ seru Rae In sembari melambai kearah kami

 

Kami lalu berjalan menuju arah Rae In dan membayar semua belanjaan. Setelah selesai membayar, kami kemudian kembali ke RS. Sesampainya disana, kami hanya membawa 1 buah kantung kresek yang berisi roti dan selai serta makanan ringan. Kami kemudian menuju kamar Tn Choi.

 

Eomma… “ seru Rae In

 

Kalian sudah pulang. “

 

Mianhae eomma, kalau aku perginya terlalu lama. “

 

Gwenchana. “

 

Appa, bagaimana keadaannya? “

 

Appamu baru saja tidur.

Choi Rae Ki-aa, ini sudah sore. Lebih baik kalian pulang. Biar eomma disini menjaga appamu. Besok kan kau dan Choi Rae In sekolah. “

 

Tapi eomma . . . “

 

Gwenchana.

Kyuhyun-aa, boleh ajjuma minta tolong padamu? “

 

Nde. Mwoyeyo ajjuma? “

 

Hari ini kau menginap dirumah ajjuma ya sekalian menjaga Choi Rae Ki dan Choi Rae In dirumah. Bisakan?

Ajjuma sudah memberitaukan ini kepada orangtuamu. “

 

Eomma . . . “

 

Nde ajjuma. “

 

Pulanglah. Kasihan dongsaengmu ini. Dia kecapean semalaman menjaga appa. “

 

Tapi . . . “

 

Pulanglah.

Kyuhyun-aa, tolong jaga mereka ya. “

 

Nde. “

 

Author POV

Setelah Choi Rae Ki berpamitan kepada appanya yang sedang tidur. Mereka bertiga kemudian pulang kerumah. Sesampainya didalam rumah, karna capek Choi Rae In kemudian menuju kamarnya diatas. Sementara Choi Rae Ki menaruh sayuran di dalam lemari es dan Kyuhyun langsung membaringkan tubuhnya di sofa diruang TV sambil memainkan game di iPhonenya.

 

Hari yang sangat melahkan~ “ Seru Kyuhyun

 

Setelah selesai menaruh sayuran kedalam lemari es. Choi Rae Ki kemudian duduk di sofa dekat Kyuhyun.

 

Rae Ki-aa.. “ seru Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari iPhonenya.

 

Wae? “

 

Aku lapar… “

 

Lantas? “

 

Masakkan makanan untukku. “ sembari melihat kearah Rae Ki

 

Masak sendiri. “

 

Kau tau sendiri aku paling tidak suka masuk dapur! “

 

Maka dari itu belajarlah masuk dapur dan memasak. Kalau kau terus seperti ini dan hanya bermain game, mana ada yeoja yang mau menikah denganmu!! “

 

Kan ada kau.

Lalu kau ini siapa, Namja? “

 

Maksudnya? “

 

Kau kan calon istriku. “

 

CIH!!! “

 

Kyuhyun POV

Lihatlah wajah Rae Ki yang marah.. Sangat… yeopo. Biarpun ada keringat yang mengalir mengikuti paras wajahnya, tapi Rae Ki tetap manis. Entah kenapa, disaat aku berada disisinya, aku merasakan hal berbeda saat aku didekat yeoja-yeoja lain. Nah Loh… kenapa aku jadi memikirkan Rae Ki. ANDWAE!!!

 

Aku mau mandi. Setelah itu aku akan memasak. Kau tunggu disini.

Jangan naik keatas atau masuk ke dalam kamarku. ARASEO! “

 

Waeyo? Kenapa aku tidak boleh masuk kedalam kamarmu? “

 

Aniyo.

Dasar otak yadong. “

 

yang otaknya yadongkan Eunhyuk hyung, bukan aku. Aku hanya 50%nya saja. ‘ batinku

 

HYA! Choi Rae KI-aa! “

 

Sudahlah… sementar ia mandi, lebih baik aku melanjutkan maen game yang sempat tertunda dan hampir selesai.

 

Choi Rae Ki POV

Rasanya memang segar setelah selesai mandi. Setelah memberi penyegar di wajahku, aku lalu pergi kedapur untuk memasak. Saat melintas di ruang TV, aku melihat Kyuhyun yang sedang asyik bermain game. Dasar maniak GAME!

 

Kyuhyun oppa, kau tidak mandi, ha?! “ seruku sembari membuka lemasi es

 

MATI KAU…. MATI!!! Yeah~ “

 

HYAAA!!! CHO KYUHYUN! “

 

Waeyo? “

 

Kau mandi dulu? “

 

Aku kan tidak membawa baju. Baju yang aku pakai juga punya oppamu. “

 

Oya, aku lupa dengan hal itu. Aku lalu menghampiri Kyuhyun yang sedang tiduran di sofa.

 

Siapa suruh kau pakai baju punya Min Ho oppa? “

 

Ajjuma. “

 

Aku lalu melihat kearah baju yang dipakai Kyuhyun. Ukurannya cocok… aku langsung mengambil iPhonenya dan seketika Kyuhyun metapku dengan tatapan evil.

 

Kembalikan! “

 

Oppa ikut aku. “

 

Aku lalu naik keatas dan Kyuhyun mengikutiku dibelakang dengan wajah cemberut.

Waeyo? “

 

Aku kemudian menuju kamar Min Ho oppa yang letaknya ditengah-tengah kamarku dan Rae In. Saat aku membuka pintu kamar Min Ho oppa… TERKUNCI!

Aku lupa kalau Min Ho oppa tidak mau kamarnya diberantakan maka dari itu kamarnya dikunci. Dan naasnya, kunci cadangannya eomma yang memegangnya.

 

Waeyo? “

 

Kamarnya terkunci. “

 

Apa tidak ada kunci cadangannya? “

 

Ada. Tapi dipegang eomma. “

 

Ya sudahlah. Aku pulang untuk mandi dan kembali membawa beberapa pakaian untuk kuliah besok. Aku akan kembali. Kunci pintunya selagi aku pergi. ARASEO! “

 

CIH! Kata-katamu seperti . . . “

 

Dan masakan makanan yang enak untukku. Aku pergi dulu. “

 

Kyuhyun POV

Aku lalu menuruni tangga dan Choi Rae Ki berjalan dibelakangku. Setelah sampai didepan pintu, aku lalu berbalik dan melihat kearah Rae Ki yang berjalan ke arah dapur.

 

Rae Ki-aa…

Aku pinjam mobilmu ya. “

 

Nde. “

 

A… jangan lupa masakan makanan yang enak untukku.

Hari ini aku ingin makan jajamyeon. Tolong masakkan jajamyeon untukku. “

 

CIH! Aku bukan pembantumu CHO KYUHYUN! “

 

Siapa bilang kalau kau pembantuku. Kau ini CALON ISTRI-KU. “

 

Dengan cepat aku mengambil kunci mobil Rae Ki dimeja TV dan kabur sebelum Rae Ki memukuliku.

 

Choi Rae Ki POV

Calon Istri? Nugu? Naneun? Seharusnya aku memikirkan kembali keputusanku untuk menerima perjodohan ini. Seharusnya appa menjodohkanku dengan Kim Ryeowook atau Lee Sungmin, kenapa aku harus dijodohkan dengan si EVIL Gamers itu. Aku bisa jadi RIP saat menikah dengannya. Sudahlah… aku harus masak untuk Rae In sebelum ia bangun.

 

Author POV

Choi Rae Ki kemudian mulai memasak masakan andalannya. Setelah hampir 1 jam memasak didapur, saat Choi Rae Ki menaruh mangkuk berisi Kimchi, tiba-tiba HPnya bergetar.

 

Nomer HP siapa ini? “

Choi Rae Ki lalu mengangkat telp asing itu.

 

Nuguseo? “

 

Choi Rae KI-aa, ini aku Henry. “

 

Ooo… Henry-aa.

Ada apa? “

 

Aku ingin bermain kerumahmu. Boleh? “

 

Tentu saja boleh. Kebetulan aku sedang memasak makanan yang enak. “

 

OK. Aku hampir sampai dirumahmu. “

 

OK. “

 

Choi Rae Ki lalu menutup telpnya. Tanpa sepengetahuan Choi Rae Ki, tiba-tiba Choi Rae In berdiri samping Rae Ki sambil meneguk air.

 

HYA! Kau ini mengagetkanku saja. “

 

“ … Mianhae.

Telp dari siapa eonnie-aa? Jangan jangan itu selingkuhan eonnie ya? “

 

HYAA! Jangan berbicara macam-macam. Siapa yang selingkuh?!

Ini telp dari Henry. Kau masih ingat dengannya? “

 

Henry… Henry… A~ Henry oppa.

Bukannya Henry oppa sedang berada di USA? “

 

Aniyo. Sekarang dia sudah di korea dan 1 universitas denganku. “

 

Jinjayo? “

 

Hmm~ sebentar lagi juga dia akan datang.

HYA! Kau sudah mandi? “

 

Hmm~

Kyuhyun oppa dimana? “

 

Oo.. dia pulang. “

 

Tapi Kyuhyun oppa akan kesini lagi kan? “

 

Hmm~ “

 

“ … Eonnie-aa, kau masakkan kimchi untukku. “

 

Nde. Cicipilah. “

 

Choi Rae In kemudian mengambil sumpit dan mencicipi kimchi buatan Rae Ki.

 

Enak~ Eonnie-aa memang pandai memasak. Kyuhyun oppa pasti sangat bahagia mempunyai istri sepertimu. “

 

Kyuhyun oppa memang bahagia, kalau aku kebalikkannya. Hidupku akan menderita kalau menikah dengan Evil Gamers itu. ‘ batin Rae Ki

 

Ting tong ting tong…

 

Pasti itu Henry oppa. Biar aku saja yang membuka pintunya. “

 

Choi Rae In kemudian berlari menuju pintu dan membukakan pintu untuk Henry.

Henry oppa~!!! “

 

Oo… Choi Rae Ki. Eh salah, Choi Rae In! “

 

Choi Rae In kemudian memeluk Henry dengan erat dan Choi Rae Ki berjalan menuju pintu.

 

Welcome in my home, Henry. “

 

Choi Rae Ki. “

 

Henry kemudian melepaskan pelukkan Rae In dan kemudian memeluk Rae Ki.

 

Choi Rae Ki POV

Walaupun kami sudah bertemu di unversitas, tapi rasanya baru ketemu hari ini. Aku kemudian melepaskan pelukkan Henry, karna Choi Rae In melihat kearahku dengan tatapan sebalnya. Choi Rae In dulu pernah menyukai Henry, tapi ditolak. Dan sampai sekarang Rae In masih tetap menyukai Henry walaupun Henry hanya menganggap Rae In sebagai yodongsaengnya.

 

Kau datang sendiri? “

 

Hmm~ Zoumi hyung, dia sedang sibuk mengelesaikan scripsinya. “

 

Ooo… “

 

Oppa, ayo masuk. “

 

Rae In kemudian menggeret tangan Henry dan duduk di ruang TV. Aku kemudian menutup pintu rumah dan duduk di sofa samping Rae In. kami bertiga mulai berbincang-bincang.

 

Oppa, aku lapar. Ayo kita makan. “ seru Rae In

 

Hmm~ Aku juga lapar. “

 

Kalau begitu kalian kemeja makan sana. “

 

Rae In lalu menggandeng tangan Henry kemeja makan. Aku lalu berjalan dibelakang mereka.

 

Ting tong tong tong…

 

Biar aku yang buka pintunya. Kalian duduklah di meja makan. “

 

Aku kemudian menuju pintu dan melihat kemonitor. Tak lain dan tak bukan tamu itu adalah… CHO KYUHYUN. Aku lalu membukakan pintu untuknya.

 

Mianhae Rae Ki-aa kalau aku lama perginya. “

 

Aku akan lebih senang kalau kau tidak kesini. ‘ batinku

 

Tanpa seijinku, Kyuhyun memelukku kedalam pelukkannya.

 

Cuacanya sangat dingin hari ini, Rae Ki-aa. “

 

HYA! Lepaskan pelukkanmu sekarang CHO KYUHYUN! “

 

Aku terus berusaha mendorong pundaknya, tapi Kyuhyun memelukku dengan erat.

 

Kau ingin membunuhku! Lepas! Aku tidak bisa bernafas. “

 

Kyuhyun POV

Aku terus memeluknya dengan erat.

 

HYA! CHO KYUHYUN! Lepas! “

 

Mendengar nada tingginya, aku langsung melepaskan pelukkanku. Saat aku melepas sepatuku, aku melihat ada sepatu namja.

 

Apa ada tamu, Rae Ki-aa? “

 

Haa~ Oo…nde. Temanku semasa SMP di USA. “

 

Namja? “

 

Hmm~ “

 

HYA! Kau berani sekali membawa namja kerumah! “

 

HYAA! Ini rumahku bukan rumahmu. Lagian juga namja ini teman akrabku.

Cepatlah masuk. Aku sudah lapar. Mereka juga sudah menunggumu. “

 

Jadi, kau belum makan dan menungguku pulang? “

 

Ppali. “

 

HYA! Choi Rae Ki-aa, apa kau sudah mulai menyukaiku, ha? “

 

Aniyo. Aku masih menyukai, LEE SUNGMIN. PUAS! “

 

Sungmin Hyung? “

 

Nde.

Cepat masuk. “

 

Rae Ki kemudian masuk kedalam dan aku masih berdiri didepan pintu. Entah kenapa, mendengar Rae Ki menyukai coupleku.. Sungmin hyung, aku merasa marah.

 

Kyuhyun oppa, kenapa melamun disitu. Cepat masuk dan tutup pintunya. Cuaca hari ini dingin. “ seru Rae Ki dan melanjutkan langkahnya menuju ke meja makan.

 

Aku kemudian menutup pintu dan menuju ke meja makan. Aku melihat namja duduk di sebelah Rae In. Mereka sepertinya sangat akrab. Aku kemudian memposisikan dudukku didepan namja asing itu. Sedang apa dia kesini? Tapi mukanya… seperti pernah melihatnya. Saat aku memandangi namja asing itu, namja asing itu hanya tersenyum melihatku dan melanjutkan mengobrol dengan Rae In. Sungguh seperti patung aku di meja makan ini.

 

Ini jajamyeon untukmu. “ seru Rae Ki sambil meletakkan mangkung jajamyeon didepanku.

 

Kau membuatkan ini untukku? “

 

Kalau aku membuatkan untuk Rae Ki pasti tidak akan aku hidangkan didepanmu.

Makanlah selagi masih panas. “

 

Choi Rae Ki lalu duduk disampingku. Saat Choi Rae Ki duduk disampingku, rasanya kami seperti baru menikah. Aku lalu mencicipi jajamyeon Rae Ki dan rasanya… ENAK! Waaahhhh… appa memang tidak salah pilih calon istri untukku. Tapi tunggu dulu… apa aku mulai… menyukainya?

Sudahlah… Aku makan saja jajamyeon ini selagi panas.

 

Author POV

Kalian berhentilah mengobrol. Makanlah dulu. “ seru Rae Ki

 

Nde. “ jawab Rae In dan Henry secara berbarengan.

 

Mereka semua kemudian makan malam bersama.

 

Rae Ki, kenapa Kyuhyun hyung ada dirumahmu? “

 

Waeyo? Tunggu… kau tau namaku? “

 

Hmm~ Semua orang pasti sudah tau namamu dan statusmu sebagai member Super Junior.

Aku juga adik kelasmu di Universitas. “

 

Aaa~ “

 

Kyuhyun hyung, sejak kapan kenal dengan Rae Ki dan tau rumah Rae Ki? “

 

Tanpa sengaja, Henry melihat jari manis Choi Rae Ki dan Kyuhyun yang terpasang cincin pasangan.

 

Pertanyaanmu aneh.

Kau tau, aku ini . . . “

 

Dengan cepat Rae Ki menginjak kaki Kyuhyun dan melotot kearah Kyuhyun.

 

HYA!! Kenapa kau menginjak kakiku Rae Ki-aa? “

 

Choi Rae Ki hanya tersenyum kaku kearah Henry dan kembali menatap Kyuhyun.

Kyuhyun-aa, kau ikut aku sebentar? “

 

Kemana?

Aku belum selesai memakan jajamyeon. “

 

Choi Rae Ki kemudian menggeret tangan Kyuhyun dengan paksa dan membawa ke ruang tamu atas. Sesampainya diatas, Rae Ki terus melepaskan genggamannya.

 

Sebenarnya kau kenapa, Rae Ki-aa? Kenapa tadi kau menginjak kakiku?

Ayo kita kembali kemeja makan. “

 

Oppa tunggu dulu.

Aku ingin mengatakan sesuatu padamu. “

 

Mau mengatakan apa? “

 

Aku kemudian duduk disofa dan Kyuhyun duduk disampingku.

Oppa… Hmm~ “

 

Waeyo? “

 

Aku ingin… Hmm~ “

 

Mwoya?

Apa kau ingin aku menciumu? “

 

HYAA! Dasar otak yadong.

Aku Cuma mau bilang. Aku ingin perjodohan kita ini tidak diketahui oleh siapapun kecuali keluarga kita masing-masing. “

 

Waeyo? “

 

Ani. Aku ingin tidak ada orang yang tau tentang perjodohan ini. Aku juga akan menyuruh Rae In-aa tidak mengatakan apapun tentang perjodohan ini. “

 

Choi Rae Ki POV

Aku kemudian masuk kedalam kamar dan mengambil 2 kalung dari kotak barang desainku dan aku lepas liontinnya. Aku langsung kembali dan duduk disamping kyuhyun oppa.

Tapi… Kenapa wajahnya seperti tidak menyetujui usulku tentang menyembunyikan perjodohan ini dari semua orang kecuali keluarga kita? Kenapa harus memasang wajah marah?

Atau jangan-jangan Kyuhyun oppa juga sudah mulai menerima perjodohan ini?

 

TERSERAH!! “ seru Kyuhyun

 

Kyuhyun oppa lalu berdiri dari sofa. Saat ia pergi aku lalu memegang tangannya.

 

Aku mohon oppa. Jangan memberi tau kesiapapun tentang perjodohan ini. “

 

“ … “

 

Oppa~ “ seruku sembari melepaskan genggamanku.

 

“ … “

 

Oppa, berikan cincin pertunangan itu padaku. “

 

Untuk apa? “

 

Cepat lepaskan cincin itu. “

 

Ani. “

 

Tanpa pikir panjang, aku kemudian memegang tangan Kyuhyun dan melepas cincin itu dari jari manis Kyuhyun.

 

Sebenarnya kau mau apakan cincin itu? “

 

Diamlah. “

 

Aku kemudian menaruh cincin milik Kyuhyun ke rantai kalung dan aku juga melepaskan cincin pertunanganku dan memasukkan ke rantai kalung yang satunya.

 

Kau sedang apa? “

 

Aku kemudian mengalungkannya di leher Kyuhyun, dan begitu juga sebaliknya.

 

Dengan begini, cincin pertunangan ini tidak kelihatan oleh orang lain. “

 

Kau menjadikan cincin pertunangan ini sebagai liontin? “

 

Hmm~

Aku mohon oppa, oppa jangan memberitaukan kesiapapun tentang perjodohan ini. “

 

“ …. Hmmm~

Nde. Chagiya…

Aku tidak akan memberitaukan kepada siapapun. “ seru Kyuhyun sembari memasukkan kalung yang aku beri kedalam bajunya.

 

Kyuhyun lalu melepaskan tanganku dan pergi. Tunggu dulu… dia bilang apa tadi? Chagiya?

Kenapa Kyuhyun oppa memanggilku dengan chagiya? Atau jangan-jangan… Kyuhyun oppa… ANDWAE! Aku menyukai LEE SUNGMIN bukan CHO KYUHYUN!

Aku kemudian menuju meja makan, tapi sebelumnya aku memasukkan cincin kalung itu kedalam bajuku.

 

Author POV

Kalian kenapa tadi? “ seru Henry

 

Oo.. tidak ada apa-apa. Makanlah. “

 

Rae Ki, ajjuma dan ajjusi kenapa aku tidak melihat mereka? “

 

Eomma sedang berada dirumah sakit. “ sambung Rae In

 

Ajjuma sakit? “

 

Ani, Oppa. Appa yang sakit. “ sambung Rae In

 

Ajjussi sakit apa, Rae In? “

 

Kemarin appa terserang penyakit jantung saat eonnie mentah-mentah menola per . . . “

 

Choi Rae In-aa, tidak baik makan sambil mengobrol seperti itu. Nanti kau bisa tersedak. “ sambung Kyuhyun

 

Untung Kyuhyun oppa cepat-cepat berbicara. Kalau tidak mungkin semuanya bisa terbongkar dan Henry tau kau aku dijodohkan kengan evil satu ini. ‘ batin Choi Rae Ki

 

Nde, araseo Kyuhyun oppa. “

 

Loh… Rae In kenapa kau memanggilnya oppa? “

 

Karna Kyuhyun oppa kan tu . . . “

 

Rae In-aa memanggil Kyuhyun oppa karna Kyuhyun kan usianya lebih tua darinya. Seperti saat Rae In memanggilmu dengan sebutan oppa. “ sabung Choi Rae Ki

 

Oo… “

 

Setelah selesai makan malam dan berbincang-bincang hingga larut malam di ruang Tv, akhirnya Henry berpamitan pulang.

 

Rae Ki, gamsahabnida. Aku pulang dulu.

Rae In, goodbye. “

 

Henry lalu memeluk Rae In dan setelah itu memeluk Rae Ki.

 

Kyuhyun POV

Apa-apaan bocah tengik ini? Kenapa memeluk Rae Ki dihadapanku?

 

Kyuhyun hyung, kau tidak pulang? “ cetus Henry saat melepaskan pelukkannya

 

Ani. “

 

Haa~ “

 

A- maksudnya dia akan pulang nanti. “ sambung Rae Ki

 

Ooo~

Baiklah, aku pulang dulu.

Goodbye.. “

 

Bye Henry. Hati-hati dijalan. “

 

CIH! Apa-apaan Choi Rae Ki ini HA. Kenapa melambaikan tangan ke Henry, HA? seketika aku menurunkannya.

 

Mwoya?! “

 

Berhentilah melambai. “

 

CIH! “

 

Aku langsung masuk kedalam rumah dan berbaring diriku di sofa ruang TV. Tak selang beberapa detik, Rae Ki dan Rae In masuk kedalam rumah.

 

Eonnie-aa, aku masuk kedalam kamar dulu ya. Ada PR yang harus aku kerjakan. “

 

Hmm~ “

 

Good night Kyuhyun oppa. “ seru Rae In saat menaiki tangga

 

Night Rae In-aa. “

 

Choi Rae Ki POV

Hari yang sangat melelahkan. Aku harus membersihkan dapur dan ruang TV baru setelah itu aku bisa tidur dengan nyenyak.

 

Rae Ki-aa, sedang apa kau didapur? Duduklah disini. Kau pasti capekkan seharian ini. “ seru Kyuhyun dari ruang TV

 

Aku sedang mencuci piring, Kyu. “

 

Apa perlu aku bantu? “

 

Aniyo!!

Hmm~ Kau bersihkan sampah di meja depanmu saja. “

 

Ooo… baiklah. “

 

Ternyata si Evil yang setauku hanya bisa bermain game… game… dan game itu tidak bisa bersih-bersih. Aku kemudian menghentikan mencuci piring dan melihat kearah Kyuhyun. Waaahhhh~ Lihatlah… si Evil membersihkan meja di ruang TV. Ahahahaha haaa~ Aksinya kali ini membuat aku ketawa geli. Aku kemudian kembali ke pencucian piring dan melanjutkan pekerjaan yang aku pause tadi.

 

Choi Rae Ki-aa, aku sudah selesai membersihkan ruang TV dan membuang sampah. Apa kau sudah selesai mencuci piring? “

 

Hmm~ “ seruku sambil meletakkan piring terakhir ke rak piring.

 

Kyuhyun lalu duduk di meja makan dan aku duduk dihadapannya. Seperti biasa…. Dia bermain dengan PSP putih itu.

 

Gomawo sudah membantuku bersih-bersih. “

 

MATI KAU!! ZEREG!!!!!!! “

 

Aku tau kata-kata itu tidak ditunjukkan kepadaku melainkan ke gamenya. Sial! Lagi-lagi aku diacuhkan.

 

Kyuhyun-aa… “

 

HYAA! Kenapa kau kembali memanggilku dengan nama saja!!

MATI KAU… MATI!!!!!!!!!

Sangat tidak sopan! “

 

Bocah ini memang keterlaluan. Aku ini sedang berbicara dihadapannya, kenapa pandangannya masih tertuju pada si putih itu, HA.

 

Nde. Kyuhyun oppa.

Setelah ini kau tidur dimana? “

 

Kamarmu. Dimana lagi? “

 

MWOYA!

HYA!!! Otak mesum… siapa bilang kau tidur dikamarku, HA. Kau tidur disofa ruang TV ini. “

 

Pandangan apa itu… kenapa dia tiba-tiba memandangiku seperti itu?

 

HEH! Berhenti mengataiku otak mesum. Yang otaknya mesum itu Eunhyuk hyung. ARA!

Kenapa aku tidak boleh tidur dikamarmu ha? Bukannya kita sudah tidur bersama sebelumnya. “

 

Uuuwwwaaauuuwww…. Kapan? Semalem? RALAT. OK sebenarnya semalem kita tidur bersama. Tapi aku dan Kyuhyun tidak melakukan apapun. Kami berdua sakit dan akhirnya tidur 1 ranjang.

 

Ayolah… kau ingin melihatku mati kedinginan, HA? Hari ini cuacanya dingin. Tega sekali kau menyuruhku tidur di sofa. “

 

OK. Kau tidur dikamarku.

Tapi… aku tidur dikamar Rae In-aa.

Jangan sesekali menyentuh barang-barangku dikamar, CHO KYUHYUN. “

 

Baiklah.. kalau hari ini cuaca tidak dingin, mana mau aku mengalah padanya.

Aku kemudian menuju kamar Rae In dan Kyuhyun berjalan dibelakangku.

 

Tok tok tok..

Rae In-aa… ini eonnie. Malam ini eonnie tidur denganmu ya.. “

 

Aku kemudian membuka pintu kamar Rae In. Tapi! Apa-apan ini… TERKUNCI!

 

HYA!! Choi Rae IN-aa… Open the door?!! “

 

Aku terus berusaha mencoba membuka pintu kamar Rae In. sial! Kenapa dia tidak membantuku malah menertawaiku dari belakang.

 

Sudahlah… Mungkin Choi Rae In-aa sudah tidur.

Kita tidur bersama malam ini. “

 

HYA!! Otak mesum! Aku tidak mau tidur 1 kamar denganmu! “

 

Tenanglah. Aku tidak akan menyentuhmu. “

 

Tanpa seijinku, dia menarikku pergelangan tanganku kedalam kamar dan menutup pintu kamarku dengan keras.

 

>>>>>> TO BE CONTINNUED <<<<<<

 

Unique Wedding #2

Published 22 Maret 2012 by choiraeki

Unique Wedding

#2

Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Rae Ki
  • Family’s Choi
  • Family’s Cho
  • Member Super Junior

Genre :

OTHER

Author POV

Saat Kyuhyun menggoyangkan tubuhnya Choi Rae Ki, tiba-tiba tubuh Choi Rae Ki terjatuh tepat dipangkuan Kyuhyun.

Choi-Rae-Ki . . . “ sembari menepuk pipi Choi Rae Ki

Karna hujan semakin deras, Kyuhyun kemudian melepaskan payungnya dan menggendong Choi Rae Ki ke punggungnya. Kyuhyun lalu berlari kerumah Choi Rae Ki. Sesampainya didepan rumah Choi Rae Ki, tiba-tiba Ny Choi sudah berapa didepan pintu rumah dan terlihat panic.

Kyuhyun-aa,

OMO~ Choi Rae Ki-aa… Waeyo? “

Rae Ki-aa pingsan ajjuma. “

Cepat bawa ke kamarnya. Kamarnya berada di lantai dua.

Aku akan membawa kan handuk dan air hangat untukmu. “

Nde. “

Kyuhyun kemudian naik ke lantai 2 sedangkan Ny Choi pergi kedapur. Sesampainya di dalam kamar Choi Rae Ki, Kyuhyun lantas membaringkan tubuh Choi Rae Ki keranjang dan menutupi tubuh Choi Rae Ki dengan selimut. Tak selang beberapa detik, Ny Choi masuk dengan membawa baskom kecil dan handuk serta pakaian untuk Kyuhyun.

Keringkan badanmu dan pakai baju oppanya Choi Rae Ki-aa. “

Oppa? “

A.. ajjuma lupa memberi taukanmu ya…

Jadi ajjuma punya 1 orang anak laki-laki. Namanya Choi Min Ho. Dia sudah menikah dan mempunyai seorang putri. Mereka sekarang tinggal di Jeju dan mengurus hotel keluarga kami yang ada disana. “

Ooo… Hhhhhhaaaaaaaaacccccccccccccchhhhhhhhhhhhhhhhiiiimmmmm~ “

Aasshhh… kau mulai flu. Cepat ganti bajumu. “

Nde. Gamsahabnida ajjuma. “

Hm~ jangan keluar sebelum ajjuma suruh ya…

Karna ajjuma akan menggantikan baju Choi Rae Ki. “

Nde. “

Kyuhyun kemudian masuk kedalam kamar mandi.

Hhhhaaaccchhhiiiimmm~~ “ seru Kyuhyun dari dalam kamar mandi

Gwenchanayo Kyuhyun-aa?? “

Nde nan gwenchanayo ajjuma. “

Kyuhyun POV

Sial! Sepertinya aku terkena flu. Badanku juga panas. Aku lalu mengganti pakainku dengan pakaian milik oppanya Choi Rae Ki. Setelah mengganti pakaianku, aku lalu mengeringkan rambutku dengan handuk. Aku baru sadar kalau kamar mandi Choi Rae Ki terlihat elegant dan… Lengkap.

Seleranya tak buruk. “ seruku

Kyuhyun-aa, apa kau sudah selesai? “

hhhaaaccchhhiimmm~ Nde. “

Aku lalu keluar dari kamar mandi.

OMO~ Wajahmu terlihat pucat. Apa kau sakit? “

Hhaa ha ha haaaacccchhhiimmm~

Aniyo. “

Jelas-jelas kau terkena flu. “

Ny Choi kemudian menyentuh dahiku yang mungkin panas.

Kau ini? Badanmu panas. “

Ajjuma, appa hago eommaneun , mereka dimana? “

Mereka membawa Ajjusi kerumah RS. Harusnya ajjuma menyusul kesana. Tapi melihat kau dan Choi Rae Ki sakit, ajjuma tidak jadi kesana. Lagian sudah ada Choi Rae In yang menjaga ajjusi. “

Ajjuma pergi saja kalau ajjuma khawatir. “

Tapi, kau dan Choi Rae Ki sedang sakit. Mana tega ajjuma meninggalkan kalian dengan kondisi sakit seperti ini. “

Aku bisa menjaga Choi Rae Ki dan diriku sendiri.

Wajah Ajjuma terlihat khawatir. Pergilah ajjuma. “

Apa tidak apa-apa? “

Hmm~ Gwenchana. “

Kau jangan macam-macam dengan Choi Rae Ki. “

Hmm~ Araseo ajjuma. “

Baiklah. Jaga Choi Rae Ki. Ajjuma pergi dulu. “

Hati-hati dijalan ajjuma. “

Sekarang aku merawat tubuhku yang sedang kurang enak badan ini dan… Choi Rae Ki. Kenapa kejadiannya seperti ini. Lebih baik aku mengambil 1 baskom kecil untuk diriku sendiri didapur. Kenapa dirumah ini tidak ada pembantu?? Jadi aku harus melakukannya sendiri. Aaaassshhhh….

Author POV

Kyuhyun lalu mengambil baskom kecil di dapur dan mengisinya dengan air hangat. Setelah itu Kyuhyun masuk kedalam kamar Choi Rae Ki dan meletakkan baskom kecil itu diatas meja di sebrang Choi Rae Ki. Kyuhyun juga memindahkan baskom Choi Rae Ki yang semula di meja ke tengah ranjang, supaya Kyuhyun lebih mudah mengganti handuknya Choi Rae Ki sementara ia juga berbaring di samping Choi Rae Ki dan mengopres dirinya sendiri. (ribet amet bahasanya, Thor. -_-“ Mudah-mudahan pada ngerti maksudnya.ahahahah haa~ :p)

Semalaman Kyuhyun merawat Choi Rae Ki dan sesekali mengecek suhu badan Choi Rae Ki yg belum turun panasnya. Setelah meletakkan handuk di dahi Choi Rae Ki, Kyuhyun kembali tidur di samping Choi Rae Ki.

>>>>> PAGI HARINYA <<<<

08:15 AM

Choi Rae Ki POV

Perlahan aku membuka mataku dan mendapatkanku sedang tertidur dikamar yang tak asing dimataku. Ya.. kamarku sendiri. Tapi kenapa aku bisa disini?

Saat aku memegang kepalaku, aku menemukan handuk kecil yang sepertinya sudah tidak hangat lg. Siapa yang merawatku? Akupun melihat kesampingku dan melihat seorang namja yang tidurnya membelakangiku.

Min Ho oppa? “

Entah mendengar suaraku atau tidak, tiba-tiba namja itu berbalik kearahku.

CHO KYUHYUN!! Sedang apa dia dikamarku. Dasar otak YADONG!

Tunggu! Apa dia yang merawatku semalaman. Loh… kenapa wajahnya terlihat pucat. Apa dia sakit juga? ‘ batinku

Berhenti memandangiku seperti itu. Nanti kau akan jatuh cinta padaku dan menyetujui perjodohan ini. “ seru Kyuhyun yg masih menutup matanya

MWOYA! “

Bbuuukkkk…

Tepat! Pukulan bantalku tepat mengenai mukanya yang yadong itu.

HYA! Hhhhaaasssshhh… aku sedang tidak ingin berkelahi denganmu.

Apa panasmu sudah turun? “

Tanpa seijinku, tangan Kyuhyun memegang keningku.

Sepertinya sudah tidak panas. “

HYA! Keluar dari kamarku sekarang!!! “

Choi Rae Ki-aa,untuk hari ini. Jangan membuatku marah-marah padamu. “

Waeyo?

Apa kau sakit? “

Hmm~ “

Kalau aku lihat wajahnya… dia memang sedang sakit. Akupun memberanikan diri untuk memegang keningnya dan ternyata… dia demam.

Kau demam. Apa kau semalaman demam seperti ini? “

Hmm~ “

HYA! Kenapa kau tidak mengompres kepalamu semalam? “

Bagaimana bisa aku mengompres diriku sendiri, sedangkan kau… panasmu tidak turun semalaman dan aku baru tidur tadi jam 6. “

Jadi… yang semalaman merawatku… kau? “

Siapa lagi? “

Eomma. Dia dimana? “

Semua orang sedang kerumah sakit. Dirumah ini hanya kita berdua. “

Mwo? Rumah sakit? Memang siapa yang sakit? “

Your father. “

Nan appa? “

Saat kau keluar rumah kemarin, tiba-tiba appamu terserang penyakit jantung. “

Haa~ Jadi appa masuk RS gara-gara aku. “

Sungguh… aku merasa menjadi anak yang tak patuh pada orang tua. Gara-gara sikapku, appa masuk RS dan terserang penyakit jantung. Aku sungguh merasa menyesal atas kelakuanku kemarin malam.

Kyuhyun POV

Dasar yeoja pabo. Kenapa disaat seperti ini dia melamun? Bukannya mengurusku yang sedang sakit.

Choi Rae Ki-aa, kenapa kau jadi melamun? “

Haa~ “

Pabo! “

Wajahnya terlihat… yeopo saat dia bilang “haa~” dengan wajah innocentnya.

haassshhhh… kenapa aku ini? Kenapa jantungku berdetag kencang? ‘ batinku

HYA! Berhenti menatapku dengan wajah innocentmu. “

Mianhae.

Aku akan mengganti air dibaskom dan membuatkanmu bubur abalone. “

Choi Rae Ki lalu membersihkan meja sebelum ia keluar.

Choi Rae Ki POV

Aku kemudian keluar kamar dan pergi menuju dapur.

Joha. Saatnya membuat bubur abalone. “

Seruku

Untung aku masih menghafal resep bubur abalone dari eomma. Hanya perlu waktu 20 menit untuk membuat bubur ini. Setelah selesai aku menaruhnya di mangkuk dan aku letakkan dinampan. Setelah itu aku mengambil temometer suhu badan dan mengisi baskom kecil dengan air dingin. Tak lupa handuk kecil untuk mengompres. Aku lalu menuju kamarku dan masuk kedalam. Agak aneh arasanya? Aku lalu meletakkan nampan itu disamping meja dekat Kyuhyun berbaring.

Kyuhyun-aa, bangun. Makanlah bubur ini selagi masih hangat. “

Hmm~ “

Aku lalu membantu Kyuhyun untuk duduk.

Makanlah. “ Sembari mengasih mangkuk bubur dihadapannya

HYA! Choi Rae Ki-aa, mana bisa aku makan sendiri. “

Lalu? “

Kenapa masang tampang evil disaat sakit. Sepertinya aku mengerti yang dia maksud.

Araseo. Aku akan menyuapimu. PUAS! “

AAAA… “

Kyuhyun POV

Connect juga otaknya saat aku menatapnya dengan evil. Sekarang saatnya kau yang mengurusku. Hitung-hitung membalas pertolonganku yang telah menggendongmu kerumah dan merawatmu semalaman.

Sepertinya eomma dan appa tidak salah pilih yeoja. Bubur abalone ini sangat enak. Dia juga pandai memasak. EH, kenapa aku jadi aneh seperti ini? Jangan-jangan aku. . . ANDWAE! ‘ batinku

Ooo… jam berapa ini? Aku terlambat kekampus.

Aku kan belum menyiapkan barang-barang keperluanku. “

Choi Rae Ki-aa, hari ini kau tidak kekampus. Aku sudah meminta ijin dan menyerahkan posisiku sebagai ketua OSPEK ke Sungmin hyung. “

HYA! Kenapa kau bertindak tanpa persetujuanku?

Aku harus kekampus sekarang. “

Kalau kau kekampus, siapa yang merawatku?!

Lagian juga kau baru sembuh! “ seruku sambil membaringkan kembali tubuhku keranjang

Tapi . . . “

Cepat kompres aku! “

Aassshhhh… “

Choi Rae Ki POV

Kenapa dia tiba-tiba bersikap manja seperti ini? Dasar EVIL kurang ajar. Aku lalu meletakkan handuk yang sudah aku celupkan ke air dingin dan meletakkan di kening Kyuhyun.

Aku akan mencuci piring. Kau istirahatlah. “

Hmm~ “

Rasanya tidak kuat 1 kamar dengan si EVIL SuJu ini. Tentang perjodohan ini, mudah-mudahan semua orang tidak tau. Cincin ini, bagus juga. Siapa dulu yang mendesain cicin ini?

Setelah mencuci piring, aku lalu membaringkan tubuhku di ruang TV. Terasa enak saat berbaring disofa.

Ini sudah jam 9, kenapa Eomma dan Choi Rae In tidak pulang dari rumah sakit?

Apa kondisi appa makin buruk? “

Aku lalu pergi kekamarku dan menengok kondisi Kyuhyun. Aku lalu memegang keningnya dan pipinya.

Sepertinya panasnya sudah turun. “

Aku lalu membuka bungkusan thermometer untuk mengecek seberapa tinggi panasnya.

Kyuhyun-aa, bangunlah sebentar. “

Waeyo? “

Ini termometernya. Kau pakai dulu. Aku ingin mengecek panasmu. “

Hmm~ “

Aku kemudian duduk disamping Kyuhyun dan menunggu hasil dari thermometer itu.

Gomawo Rae Ki-aa. “

Cheonmaneyo.

Nado gomawo. “

Hmm~

Choi Rae Ki-aa.. “

Waeyo? “

An… aniyo. “

Berikan termometernya. “

Ini.. “

Normal. Panasmu sudah hilang. “

Kyuhyun POV

Aku melihat jari manis Choi Rae Ki… ternyata dia belum melepas cincin pertunangan ini.

Choi Rae Ki-aa, kenapa cincinnya masih kau pakai? Bukannya kau menolak perjodohan ini. “

Hoo~ ini kan desainku.

Kau sendiri masih memakai cincin pasangannya. Waeyo? “

Desainmu sangat unik. Makanya aku memakainya. Bukan berarti aku menyetujui perjodohan ini. “

“ … Kyuhyun-aa, menurutmu sikapku kemarin keterlaluan ya… “

Menurutmu sendiri? “

Aku merasa bersalah pada appa. Karna aku sudah membuatnya masuk rumah sakit. “

Jadi…? “

Jujur, aku memang mengenalmu sebagai member Super Junior yang evilnya minta ampun dan suka bermain game. Dan aku sama sekali tidak menyukimu… Kau juga belum mengenalku.

Mungkin ini terdengar konyol. Tapi aku ingin membuat appa sehat kembali saat mendengar aku menerima… perjodohan ini.

Tapi kalau kau tidak setuju dengan . . . “

Aku setuju. “

Hhhaa- “

Aku setuju dengan perjodohan ini.

Aku akan berusaha mengenalmu. Walaupun kau tidak menyukaiku dan… sebaliknya.

Kau tau, padahal banyak yeoja yang mengantri disana untuk segera aku nikahi. Tapi kau malah sebaliknya. “

Kenapa nada bicaramu seperti ini?

Kau ternyata PD tingkat dewa. “

Wae? Terdengar aneh. Apa kau baru mendengar evil suju bilang selembut ini dan PDnya melebihi apapun? “

Melihat wajah innocentnya, aku memberanikan diri untuk memeluknya. Mungkin saat ini dia kaget dengan sikapku yang tiba-tiba memeluk seperti ini.

Choi Rae Ki POV

Kenapa jantungku berdetak kencang saat Kyuhyun memelukku?

Mungkin ini Cuma kaget saja… karna selain Min Ho oppa, tidak ada namja lain yang memelukku.

Gomawo Kyuhyun-aa. “

Hey.. kenapa kau masih memanggilku dengan sebutan nama saja? Setidaknya kau memanggilku dengan sebutan oppa. “

Nde. Kyuhyun oppa. “

Aku merasakan pelukkannya semakin erat saat aku memanggilnya oppa. Tunggu! Ini terlalu erat. Aku tidak bisa bernafas.

Kyuhyun oppa… aku… aku tidak bisa… bernaf-fas. Kau terlalu kuat memelukku. “

Ohh… mianhae. “

Hhhaa~ Akhirnya bisa nafas juga.

Oppa, kau sepertinya sudah sehat. Maukah kau mengantarkanku ke rumah sakit? “

Hmmm~

Joha. Kaja. ”

Mungkin saat ini baru tahab perkenalan antara aku dan Kyuhyun. Mudah-mudahan dengan mendengar berita kalau aku menyetujui perjodohan ini kesehatan appa akan berangsur pulih. Dalam perjalanan ke RS, kami hanya duduk diam. Dalam perjalanan keruang inap appa juga kami masih diam.

# Depan kamar inap Tn Choi

Kyuhyun oppa, kalau kau tidak setuju juga tidak apa-apa. Aku akan memberi pengertian pada appa. “

Aku setuju, Choi Rae Ki-aa. Ayo kita masuk. “

Kyuhyun kemudian menggandengku masuk kedalam kamar appa. Saat aku masuk, aku melihat appa yang sedang terbaring lemah dengan jarum infuse di tangan kanannya. Sungguh pemandangan yang tak ingin aku lihat. Aku merasa air mataku mulai jatuh saat mendekati appa.

Ooo… Kyuhyun-aa, Choi Rae Ki-aa. Bukannya kalian sedang sakit. Kenapa kalian kesini? Harusnya kalian istirahat dirumah. “ seru eomma

Kami sudah tidak apa-apa eomma. “

Eonnie-aa… “

Choi Rae In lalu berlari memelukku dan menangis dipelukkanku. Seketika aku melepas genggaman tangan Kyuhyun dan mengelus kepalanya dengan lembut.

Sudahlah… appa akan baik-baik saja Rae In.

Eomma, aku merasa bersalah padamu dan appa. Mianhae eomma. “

Eomma perlahan berjalan menghampiriku dan memelukku dan juga Rae In yang masih memeluk eratku. Kyuhyun hanya melihat kami dengan senyum kecilnya. Aku baru melihat si Evil Suju tersenyum semanis itu. Kami lalu menyudahi sesi pelukan ini.

Eomma, aku membawa kabar yang… menurutmu baik. “

Mwo? “ seru eomma sambil memandangiku dan Kyuhyun secara bergantian

Aku . . . “

Aku dan Choi Rae Ki setuju dengan perjodohan ini, ajjuma. “ seru Kyuhyun

Kyuhyun POV

Entah kenapa saat aku mengatakan itu kepada Ny Choi, perasaanku lega. Aku lalu menggenggam kembali tangan Choi Rae Ki.

Kami akan berusaha mengenal satu sama lain. Mungkin butuh waktu yang lama untuk perkenalan ini. Apa lagi aku baru bertemu dengan Choi Rae Ki belum ada 2 hari. “

Ajjuma mengerti. “

Choi Rae Ki-aa… “ lirih Tn Choi

Seketika Choi Rae Ki menghampiri appanya yang terbaring lemah.

Appa… mi… mianhae. Kejadian kemarin… aku sungguh sangat menyesal membuat appa jadi seperti ini. “

Rae . . . “

Appa… aku membawa kabar baik untuk appa.

Aku dan Kyuhyun oppa sepakat menerima… perjodohan ini. “

Go-ma-wo… “

Hmm~ “

Choi Rae Ki POV

Melihat appa tersenyum, membuatku tidak bisa menahan air mataku ini. Aku langsung memeluknya yang terbaring lemah.

Aku berharap kabar ini menjadi penyemangat untuk appa. Walaupun sebenarnya aku sangat menolak perjodohan ini. Demi apapun untuk appa, aku akan melakukan apapun untuknya. Aku ingin melihat senyumannya yang ceria. ‘ batinku

Aku harap appa cepat sembuh.

Appa, mianhae. Jeongmal mianhae. “

Aku merasakan ada yang menepuk pundak belakangku dengan lembut. Aku tau appa berusaha meredakan tangisanku. Setiap kali aku menangis dipelukkan appa, appa selalu menepuk pundakku dengan penuh kasih sayang. Melihat sikapnya seperti ini, aku semakin menyesal sudah membuatnya seperti ini.

Jadi… aku punya kakak ipar member Super Junior?

Yeeeeeeeee! “ seru Rae In

Sepertinya kau sangat senang Rae In-aa? “

Nde, Kyuhyun oppa. Neomu neomu joa. “

Kenapa bukan kau yang dijodohkan denganku ya, Rae In-aa? “

Hey, dia tuh masih kecil Kyuhyun-aa. “ seru eommaku

Bercanda ajjuma. “

Senyuman itu… lagi lagi terukir diwajah evilnya. Akupun melihat appa yang juga tersenyum kearah Kyuhyun oppa. Melihat senyuman appa yang senang, itu sudah membuat hatiku ini terasa nyaman.

Oppa, kata eonnie-aa kau gamers ya? “ seru Rae In

Nde. Kau juga? “

Hmm~ “

Kalian memang couple gamers. Ara!

Kenapa bukan kalian saja yang dijodohkan? “ seruku

Choi Rae Ki…! “ seru eomma sembari melotot kearahku

Bercanda eomma.

Oya, eomma aku ingin ke supermarket. Eomma mau aku belikan sarapan apa? “

Aniyo. Kebetulan eomma dan Rae In sudah sarapan. “

Baiklah. Aku pergi sarapan dulu. “

Eonnie-aa, aku ikut boleh? “

Dilarangpun kau pasti merengek minta ikut. “

Kyuhyun oppa, ayo kita pergi bersama. “ seru Rae In sambil menggandeng tangan Kyuhyun

Kami pergi dulu eomma appa. “

Author POV

Setelah membungkukkan badan, Choi Rae Ki lalu keluar kamar. Karna Kyuhyun sudah terlebih dahulu keluar dari kamar saat Choi Rae In menggandengnya keluar. Sepanjang lorong RS, Choi Rae Ki hanya memandangi Kyuhyun dari belakang. Choi Rae In juga sangat akrab dengan Kyuhyun.

#tempat parkir

Rae In-aa, kalau kau mau. Kau duduk didepan. “

Aniyo. Aku lebih suka dibelakang. “

Choi Rae In lalu membuka pintu belakang dan masuk kedalam disusul Choi Rae Ki dan Kyuhyun yang duduk dikursi depan. Mereka kemudian menuju supermarket yang tak jauh dari RS. Dalam perjalanan, Choi Rae Ki hanya diam dan mendengarkan Choi Rae In dan Kyuhyun yang berbicara tentang game… game… dan game.

Oppa, sepertinya kau maniak game sejati? “

Geurdae.

Lain kali aku akan membawakan game untukmu, Rae In-aa. “

Jeongmal?

Gomawo. “

Hmm~ “

Setelah sampai di Supermarket, mereka kemudian mulai belanja keperluan dan Kyuhyun mendorong troler.

Kita belanja!! “ Seru Rae In semangat

Ingat, jangan berlebihan belinya.

Kalau sudah selesai, telp aku. “

OK Eonnie. “

Choi Rae In lalu mengambil 1 troler dan meninggalkan Choi Rae Ki dan Kyuhyun.

Loh… aku kira Choi Rae In-aa ikut dengan kita. “ seru Kyuhyun

Aniyo. Kita memang kalau pergi ke Supermarket suka belanja sendiri-sendiri. Walaupun ujung-ujungnya aku yang harus membayar belanjaannya.

Kaja! Kita pergi ke tempat roti dulu. “

Hmm~ Kaja! “

Kyuhyun dan Choi Rae Ki kemudian berjalan ketempat roti serta selai. Disaat mereka memilih selai, mereka selalu diganggu dengan kehadiran Sparkyu dan ELF yang meminta foto.

Kyuhyun POV

Harusnya aku menyamar dulu sebelum masuk ke Super market. Ternyata banyak juga yang mengenaliku.

Oppa… bolehkah aku minta foto? “ seru ELF

Nde. “

Dengan senang hati aku menuruti ELF untuk foto bareng.

Oppa, apa yeoja disampingmu ini yeochinmu? “

Belum sempat menjawab, Choi Rae Ki sudah kabur dari kerumunan ELF yang sedari tadi mengelilingi kami. Sikap macam apa itu? Meninggalkanku sendiri dengan troler dan ELF.

Mianhae. Aku harus pergi dulu.

Bangabseumnida ELFdeul. “

Aku lalu keluar dari kerumunan ELF itu dan mengejar Choi Rae Ki yang sudah lumayan jauh. Untung saja ELF tidak ada yg membuntutiku.

Choi Rae Ki-aa… “

Aku lalu mensejajarkan langkahku dengan Choi Rae Ki. Wajahnya terlihat biasa. Apa dia tidak merasa cemburu melihatku foto bareng dengan ELF? Benar. Mana mungkin ia cemburu. Choi Rae Ki tidak menyukaiku.

Choi Rae Ki POV

Sepertinya aku harus membiasakan untuk melihat pemandangan seperti tadi. Entah kenapa, saat aku melihat Kyuhyun oppa foto bareng dengan ELF, aku ingin marah pada ELF itu. Manalagi ada yg mencium pipinya saat selesai foto. CIH!

Choi Rae Ki-aa, kita setelah ini mau kemana? “

Kita beli makanan kecil dulu. “

OK. Kaja! “

Kami lalu menuju tempat makan ringan. Dalam perjalanan meuju tempat makanan ringan, banyak orang yang melihat kami.

Eh… lihat. Mereka terlihat serasi ya.

Jarang-jarang suami mau ikut belanja. “

Benar itu. “

Rae Ki-aa, kau dengar 2 ajjuma tadi berbicara? “

Hmm~ telingaku masih berfungsi dua-duanya,oppa. “

Apa mereka benar-benar menganggap kita sebagai suami istri? “

Sudahlah… Lagian juga kita belum tentu menikah. Ingat aku tidak menyukaimu CHO HYUHYUN. “

Aku lalu berjalan setelah menaruh beberapa makanan di troler yang sedaritadi didorong Kyuhyun.

HYA! CHO RAE KI! “

Apa kau bilang, Cho-Rae-Ki??

HYA! Sejak kapan margaku berganti CHO. Jangan seenaknya mengganti marga orang. “

Bukannya kau calon istriku. Harusnya margamu mengikuti margaku. “

Itu kalau sudah menikah.

Jangan bilang kalau oppa… menyukaiku!

INGAT…. Im not love You. Understand?! “

CIH! Percaya dirimu terlalu besar. Kau juga buka tipeku. Kau itu pendek. “

PENDEK? Tinggiku ini sepadan dengan sepundakmu. Apa itu termasuk pendek? “

Sekarang giliran Kyuhyun yang berjalan meninggalkanku. Aku lalu mengejar dan merebut tlorer dari genggaman Kyuhyun.

Lebih baik oppa cari Rae In. Aku ingin ketempat yang dibenci oppa. “

Mwo? “

Tadi aku lihat dilemari es persediaan sayurannya sedikit dan aku ingin membeli beberapa macam sayuran. “

A…A…Aku ikut. “

Jinjayo? Oppa kan tidak suka bau sayuran. “

Hmm~ Kaja! “

>>>>>> TO BE CONTINNUED <<<<<<

Cerita Pertamaku

Published 7 Oktober 2011 by choiraeki

Super Junior

Edisi :

10 Personil Super Junior “

Title :

1 Day Is Not Forgetten

Hhhaaa… pagi yang sangat indah. Disambut dengan sinar matahari yg hangat menembus gorden jendela apartemenku. Udah 3 tahun lebih aku tinggal di Negara orang untuk menimba ilmu. Negara yang terkenal dengan Ginsengnya yang hangat jika diminum waktu musim dingin. Begitu pula orang2nya yang ramah tamah dan berkepribadian hangat.

Minggu, 1 Oktober 2010. Aku dan teman2ku berencana akan menonton Jinju Lantern Festival malam ini. Festival ini hanya diadakan di awal bulan Oktober. Masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan barang2 yang akan dibawa.

Pukul 8.45, Rutinitas setiap hari minggu pagi adalah pergi ke Gereja. Saatnya untuk bersiap2 ke gereja. Sebelum berangkat ke Gereja, aku selalu mengoreksi barang2 yang akan dibawa. Tidak lupa juga membawa alkitab. Karna aku belum fasih menggunakan bahasa korea dan membaca tulisan hangul, aku membawa alkitab mobile. Hhhhmmm…jaman sekarang udah semakin canggih. Ok, saatnya pergi.

Pukul 8.55, untung masih ada waktu 5 menit unuk berdoa sebelum lonceng tanda kebaktian akan segera dimulai itu berbunyi.

Selamat pagi, Tuhan Yesus. Trimakasih karna engkau masih mengijinkanku untuk menghirup udara dipagi hari ini. Sekarang aku akan mendengarkan kotbah yang akan dibawakan oleh pendeta. Walaupun sedikit tidak mengerti bahasanya,aku akan coba untuk menyerap kotbahnya. Oya, Tuhan, mudah2han acaraku bersama teman2ku tidak gagal. Amien. Dalam nama Tuhan Yesus, Rae Ki berdoa dan mengucap syukur.Amin. “ dengan suara lirih.

Saat membuka mata, lonceng tanda kebaktian berbunyi dan kebaktian akan segera dimulai. Hampir 2 jam aku mengikuti kebaktian dengan hati suka cita dan bernyanyi bersama jemaat2 lain untuk menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus yang berada di Surga.

Silahkan para jemaat untuk duduk kembali. Saatnya membaca alkitab Yesaya 43:11. “ seru pendeta.

Para jemaatpun duduk dan membuka alkitab mereka.

Mianhae. Bisakah kau berbagi alkitab denganku? Aku lupa membawa alkitabku. “ seru pemuda yang duduk tepat disamping kananku.

A. Silahkan. “ jawabku dengan singkat.

Tanpa memandang wajahnya, aku langsung meletakkan alkitabku ditengah2 kita berdua.

Kenapa menggukakan bahasa inggris alkitabmu? “

Karna saya kurang fasih membaca tulisan hangul. “

Kamu bukan berasal dari sini? “

“ …. “ aku hanya menganggukan kepala tanpa melihat kerah pemuda itu.

2 jam sudah berlalu. Saat pendeta menutup kotbahnya untuk hari ini. Sebelum meninggalkan gereja, para jemaat wajib bersalaman satu sama lain. Saat pemuda disampingku menjulurkan tangan, disitulah aku baru melihat wajahnya. Saat aku melihat wajahnya, aku merasa aneh.

Apa kamu sepanjang kotbah menggunakan masker? “ tanyaku dengan agak aneh.

Ye. Waeyo? “

O, Gwenchana. “ jawabku.

Aku hari ini sedang tidak fit karna flu. Makanya aku menggunakan masker agar tidak menular keorang lain. “ tambahnya.

“ … “ aku hanya membulatkan bibirku sambil menganggukkan kepala.

Setelah bersalaman,aku langsung keluar dari gereja dan mengaktifkan handphoneku.

#layar handphone

*10 pesan singkat

*5 pesan suara

Semua pesan2 itu dari Ryu Shi salah 1 temanku yang mengajakku ke festifal nanti malam. Setelah semua pesan aku baca, aku langsung menghubunginya.

Annyeong, Ryu Shi. Mian, tadi aku sedang berada dalam gereja. Dan handphoneku harus di silence. “

O. Ok. Gwenchanayo. Kita jadi kefestifal kan? “

Jelas jadi lah… “

Rae Ki-yya, So Eun dan Rae In malam nanti tidak bisa ikut. Tadi mereka telp aku. Jadi kita Cuma pergi berdua saja. “

O. begitu. Ok. “

OK! “

Oya, aku mau kesitu jemput kamu. Trus kita belanja buat keperluan festifal nanti mlam. Apa kamu sudah siap? “

O. kamu kesini aja. Aku tunggu didepan rumah ya trus kita langsung belanja. “

Ok. “ langsung menutup telp.

Aku langsung berjalan kearah mobil dan pergi kerumah Ryu Shi. dalam perjalananku kerumah temanku, ada yang sedikit aneh. Ada mobil yang dari tadi mengikutiku. Aku langsung menancap gas tapi mobil itu langsung mencegah dan berhenti didepan mobilku. Seketika aku mengerem dengan cepat.

Fffiiuuuhhh… hampir aja kecelakaan. Gila kali itu orang. Ngapain juga berhenti disitu. “

Aku turun dari mobil dan menghampiri mobil yg berhenti tepat didepan mobilku itu. Aku langsung mengetuk kaca mobilnya, dan orang itu turun dari mobilnya. Betapa terkejutnya, ternyata orang itu adalah orang yg aku temui di gereja tadi.

O. Ndo? Sedang apa kamu disini? “

Mianhaeyo, aku Cuma mau mengembalikan alkitabmu yang ketinggalan di Gereja. “

A. Jeongmal kamsahamnida. “ sambil menundukan kepala.

Ye. Cheonmaneyo. “

Pemuda yg belum aku ketahui namanya itu langsung masuk kedalam mobilnya dan pergi. Akupun kembali meneruskan perjalanan ke rumah Ryu Shi. Sesampainya didepan rumahnya, aku langsung mengklakson. Beberapa detik kemudian, Ryu Shi keluar dan masuk kedalam mobilku.

Neujoso mianhaeyo, Rae Ki-yya. “

Gwaenchanayo. Jado banggeum owassoyo. “

Kaja? “

OK. “

Karna Park So Eun dan Kim Rae In tidak ikut, jadi hanya kami berdua saja yang pergi kefestival itu. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Itaewon. Waaaww…sesampainya kita disana, ternyata rame juga tempatnya. Sampai2 aku memarkirkan mobilku lumayan jauh dari Itaewon.setelah beberapa menit, akhirnya aku menemukan tempat yang pas buat aku memearkirkan mobil. Saat sudah terparkir, kita berjalan menuju Itaewon dan mencari lentera untuk keperluan festival nanti malam. Sambil mencari lentera, kita juga mencari cemilan yg dijual oleh pedagang kakilima. Ternyata enak2 juga.

Rae Ki-yya, come on. “

Wae? “ Aku langsung menghampiri temanku.

Liat. Bentuk lenteranya lucu2. “

Hhhmmm… “

Saat aku melihat2, ternyata disitu ada lentera yang berbentuk Bunga Lotus. Mataku langsung tertuju pada lentera itu dan ingin membelinya.

Ajjusi, eotteon gagyeog lenterai?? “

5.000 Won. ( kalau di Rupiahkan jadi Rp. 35.000,- )“

Mwo? Bissan. Heungjeong? “

eotteon gagyeoge jegongdoeji? “

Hhhmmmm… 3.000 won ( Rp. 21.000,- ). Boleh? “ dengan sedikit merayu.

Bibi itu sejenak berfikir dengan tawaranku itu.

Ye. “

Jeongmal? “

Hhhmmm… “

Gamsahabnida, ajjusi. “

Aku langsung membeli lentera yang berbentuk bunga lotus itu. Karna aku suka bunga lotus, makannya aku beli. Makna dari Flower Lotus itu sendiri juga unik.

Ryu Shi-yya, apa kamu sudah menemukan lentera yang kamu inginkan? “

Aniyo. Aku bingung memilihnya. Karna bentuknya sangat lucu. “

Cepat sedikit. Nanti keburu sore. “

Hhhmmm… aku sudah menentukan pilihan. Aku akan membeli lentera yang berbentuk bango. “

Mwo? kalau kamu beli, mana cukup diletakkan dimobilku. “

Atap mobilmu kan bisa dibuka. “

Dibukapun lenteranya akan terkena angin dan rusak. “

Benar juga ya. Baik, aku akan membeli lentera yang sama sepertimu. Tapi bunganya yg blm mekar. “

Terserah kamu. “

Akhirnya kami memilih lentera yang sama. Cuma perbedaannya terletak di bunganya. Antara yg sudah mekar dan masih berbentuk kuncup. Setelah membeli lentera kita pergi membeli kertas yang akan dimasukkan kedalam lentera kita masing2. Setelah semua keperluan sudah lengkap, kita menuju mobil dan bersiap2 untuk nanti malam. Sebelum pulang kerumah, aku terlebih dahulu mengantarkan temanku ini kerumahnya.

Pukul 16.00 waktu korea

Gomawo, Rae Ki-ssi. “

Ye, cheonmaneyo. “

Ryu Shi langsung turun dari mobilku dan membawa barang2 keperluannya.

A. nanti malam kamu tidak usah menjemputku. Karna aku akan membawa mobil sendiri. “

O. Ok. “

sampai ketemu di festival jam 7. “

Hmm… bye. “

Bye. Hati-hati dijalan. “

Aku langsung menancapkan gas dan menuju apartemenku. Sesampainya diparkiran apartemen, aku memarkirkan mobil. Karna barang2ku sedikit banyak dan merepotkan, aku sengaja meninggalkannya dimobil dan menuju kamar. Saat melewati meja reseptionis,banyak artis2 korea papan atas. Seperti Rain, Woo Bin, Hyun Bin, Yoon Shi Yoon, dll. Ada yang bilang, apartemen yg aku tempati selama 3tahun ini adalah apartemen artis. Karna banyak artis2 korea yg tinggal disini. Makanya setiap kali liat artis korea aku nggak terkejut atau triak2 kegirangan. Kata temen2ku, BB Dunia, Super Junior, tinggal diapartemen yang aku tempati sekarang.Tapi aku jarang melihat mereka disini. Tapi aku Cuma menganggap itu gossip. Manamungkin SuJu tinggal diapartement. Mereka kan tinggal diasrama.

Aku langsung menaiki lift, karna aparementku letaknya diatas, jadi perlu 5 menit untuk sampai di kamarku. Sambil menunggu, biasanya aku mendengarkan music didalam lift untk menghilangkan rasa bosan. Saat lift berhenti, ada 3 orang yg masuk ke lift. Bayangkan, didalam lift Cuma ada aku dan 3 orang laki2 yg usianya sekitar 25thn. Penampilan mereka yang sedikit mencurigakan membuatku harus waspada. Terang aja, udah pke topi, kacamata hitam, dan pke masker lagi. Tapi satu yg hanya memakai topi dan kacamata. Haduwh…kenapa hari ini org2 yg aku temui memakai masker. Apa hari ini hari masker seDUNIA?

Maaf nona, apakah kamu mempunyai bolpoin? “tanya salah satu pemuda yg penampilannya beda dgn temannya.

Suaranya seperti aku pernah mendengarnya. Tapi aku lupa dimana aku pernah mendengarkan suara itu. aku langsung mengambil bolpoin dan meminjamkannya ke pemuda itu.

Gomawo. “ jwb pemuda itu.

*layar HP

Playing : Kyuhyun – Hope is a dream that doesn’t sleep (OST Baker King, Kim Tak Goo)

Saat lift berhenti, aku keluar dari lift. Saat keluar lift, aku baru ingat suara tadi mirip dengan Kyuhyun “SJ”. Seketika aku membalikan badan kearah lift. Saat aku melihat kelift, pemuda yg meminjam bolpin tadi sedang melepaskan topi dan kacamatanya.

Kyuhyun oppa. “ dengan nada lirih + tampang shock.

Seketika Kyuhyun melihat kearahku sambil tersenyum manis sampai pintu lift itu tertutup. Aku yg masih berdiri ditempat, masih belum percaya kalau tadi aku bertemu dengan Kyuhyun. Dengan agak menyesal aku berjalan menuju kekamarku.

Pukul 18.00 waktu korea

Setelah 1 jam aku tidur. Saatnya aku bersiap2 untuk pergi kefestival. Aku masih belum percaya dengan kejadian dilift tadi. Aku coba untuk melupakannya dan pergi mandi. Setelah mandi aku berdandan. Karna aku nggak suka menor. Aku berdandan simple aja.

Ok. Saatnya berangkat. Kaja! “ sambil memandang kecermin.

Saat dalam perjalanan ke lift, HPku berdering.

*layar HP

Ryu Shi Calling . . .

Hallo. Ryu Shi-yya, waeyo? “

Rae Ki-yya, apa kamu sudah berangkat? “

Aku sedang On The Way ke festifal. “

O. sampai bertemu disana. “

Hmm.. “

Saat masuk lift, aku masih inget senyumannya Kyuhyun. Itu jadi hal yang membuatku menyesal. 5 menit sudah aku berada dilift dan saat pintu terbuka aku keluar dan menuju tempat parkir mobilku. Dalam perjalanan aku melihat orang2 membawa lentera dan menuju ketempat yang sama.

Pukul 19.00 waktu korea

Saat aku sampai ditempat festifal, aku memarkirkan mobilku tak jauh dari sungai jinju. Ternyata disana sudah ada orang2 yg menaruh lenteranya di sungai. Walaupun belum begitu rame.

Inikan sudah jam 7. Kenapa Ryu Shi blm datang. “ gumamku.

Aku langsung mengambil HPku dan menelphone Ryu.

Hallo. Ryu Shi, kamu sudah dimana? “

Sebentar lagi aku sampai. “

O. “ langsung menutup telp.

Karna merasa bosan, aku keluar dari mobil dan duduk diatas mobilku sambil mendengarkan music dan melihat orang2 1 per 1 menaruh lentera mereka disungai. Sungai yang semula hanya terlihat air saja, sekarang diatasnya bertaburan lentera. 1 hal yg selalu dinanti oleh org2 saat festifal berlangsung, yaitu menulis harapan mereka di sebuah kertas yg kemudian akan mereka letakkan didalam lentera. Jadi, lentera2 itu semua berisikan harapan dari yg punya lentera.

Beberapa menit berlalu setelah aku menelphone Ryu Shi, tapi dia belum keliatan juga. Saat aku mau menelphonya lagi, tiba2 mobilnya parkir tepat disamping kanan mobilku.

Neujoso mianhaeyo, Rae Ki-yya. Aku mesti menjemput seseorang dulu. “

Hmm… gwaenchana. “

Tiba2 dari pintu belakang mobil Ryu Shi keluar 2 orang yg tak asing buatku. Teman2 yg semula bilang tidak bisa datang, akhirnya datang juga. Park So Eun dan Kim Rae In.

Annyeonghaseo, Rae Ki-yya. “ dengan nada triak.

Akhirnya datang juga kalian. “

Mana mungkin kami tidak datang dihari special ini. “

“ … “ aku hanya tersenyum.

A. Rae Ki-ssi, sudah lama ya disini. “

Hmm… “

Lentera milikmu dimana? “

Ada. Aku taruh dimobil. Sebentar aku ambilkan. “

Aku langsung membuka atap mobilku dari dalam mobil.

A, punya kalian mana? “

Bentar lagi juga datang. Lentera punyaku dan teman2 sengaja aku titipkan di mobil box tetanggaku yg kebetulan mereka juga akan datang kesini. “

Ooo… “

Tuh mobilnya. “

Ryu Shi, So Eun, dan Rae In langsung menuju mobil yg berhenti dibelakang mobilku dan mengambil lentera mereka.

Kaja! “

Kemana? “

ya taruh lentera ini disungai lah… “

tapi aku belum menulis harapanku. Tunggu bentar. “

Cepat dikit, Rae Ki-yya. Jangan lupa bawa korek api. “

Aku bergegas menulis harapanku dan menaruhnya didalam lentera. Harapan yg tak muluk2 dan simple. Kami kemudian menuju ketepi sungai dan menyalakan lilin yg sudah ada didalam lentera. Setelah semua lentera menyala, kami secara bersama-sama menaruh lentera di sungai.

Haaa… akhirnya selesai juga. Sekarang kita pulang. Kaja. “

Yyyaaa!!! CHOI RAE KI. Kamu benar2 lupa? “

Wae? Lupa? Apa yg lupa? “

Tanpa menjawab pertanyaanku, mereka langsung membawaku kedepan mobil Ryu Shi sambil mataku ditutup dengan tangan Rae In. Saat Rae In melepaskan tangannya yg semula menutupi mataku, dihadapanku sudah ada kue ulangtahun.

Saengil Chukkae CHOI RAE KI. “ sambil meniup trompet kecil.

Betapa terkejutnya aku dgn kejutan yg dibuat oleh tmn2ku ini yg setia menemaniku slma 3tahun. Aku sendiri saja lupa kalau hari ini adalah hari ulangtahunku.

Gomawo, Chingudeul. Jeongmal gomawo. “

Nah sekarang kamu tiup lilinnya. Tapi sebelumnya kamu harus make a wish dulu. “

Hmm… “

Setelah aku make a wish, aku langsung meniup lilinnya. Saat aku dan tmn2ku memakan roti, tiba2 ada 2 mobil hitam yg parkir tak jauh dari mobilku. Seketika So Eun dan Ryu Shi melihat kearah mobil itu.

Ya, Rae Ki. Keinginanmu apa tadi? “ tanya Rae In.

Simple. Aku berharap bisa ketemu SuJu. “ sambil tersenyum malu.

Seketika Rae In tertawa mendengarnya. Tapi Ryu Shi dan So Eun tidak ikut menertawakanku dan malah mereka melihat kearah mobil hitam itu.

Rae Ki- yya, keinginanmu itu sepertinya jadi kenyataan. “ sambung So Eun tanpa melihat kearahku.

Aku terus melihat wajah So Eun tapi SO Eun tidak melihat kearahku. Akhirnya aku mengikuti arah pandangan So Eun yg tertuju kemobil hitam. Saat aku melihat tulisan dipintu mobil itu seketika aku bengong. Tulisan yg bertulis “ SUPER JUNIOR “. Saat pintu mobil itu terbuka, satu per satu org yg berada didalamnya turun. Dan mereka membawa lentera yg berbentuk Bunga Lotus yg besar secara bersama2. Mereka langsung menuju sungai dan menaruh lentera itu. Saat mereka menuju mobil, ada 2 pesonil SuJu yg melihat kearahku dan berjalan kearah dimana aku & teman2 berdiri. Jantungku langsung berdebar2 sangat kencang saat 2 Personil SuJu yg tak lain adalah Siwon dan Kyuhyun berjalan menuju kearahku.

Hey, Turis. “ triak Siwon kearahku.

Mwo? Dia bilang apa tadi? Turis. “

Apa kamu masih mengingatku? “ tanya Siwon.

Aku terus memandang kearah Siwon. Seketika aku teringat dengan seseorang yg aku temui diGereja yg menggunakan masker.

Jeongmal? “

Hmm…aku yg mengembalikan alkitabmu tadi siang. “

Aku dan Siwon hanya tertawa kecil.

Annyeong. Nona, aku ingin mengembalikan bolpoin kamu yg aku pinjam didalam lift tadi. Karna kamu sudah terlanjur keluar dari lift, makannya aku blm sempat mengembalikan bolpoinmu ini. “ sambil menjulurkan bolpoin milikku.

O. “ aku langsung mengambil bolpoinku dari tangan Kyuhyun.

Apa kalian sedang pesta? “ tanya Kyuhyun.

Ye. Hari ini adalah ulangtahun Choi Rae Ki. “ sambung So Eun.

Seketika aku menepuk pundak So Eun dan melotot kearahnya.

Jeongmal? Chugkae Choi Rae Ki-ssi. “ sambil mengulurkan tangan tanda selamat.

Tiba2 Siwon berlari menuju mobil dan dia kembali bersama 8 personil SuJu yg tadi sudah ada didalam mobil.

Chingudeul, perkenalkan dia Choi Rae Ki. Dia turis di Korea Selatan. Nah sekarang Rae Ki-ssi sedang merayakan ulangtahunnya. Mumpung kita semua ada waktu luang, gimana kalau kita ikut meramaikan ulangtahun Rae Ki-ssi. SETUJU? “

SETUJU! “ triak 9 personil SuJu.

1 per 1 mereka kasih selamat kepadaku dan kami semua serta personil Suju merayakan ultahku di sungai Jinju.

Ternyata tuhan sebelumnya sudah mengetahui my dream sebelum aku mengatakannya. Thankz GOD.

1 DAY IS NOT FORGETTEN

~THE END~