Cerita Pertamaku

Published 7 Oktober 2011 by choiraeki

Super Junior

Edisi :

10 Personil Super Junior “

Title :

1 Day Is Not Forgetten

Hhhaaa… pagi yang sangat indah. Disambut dengan sinar matahari yg hangat menembus gorden jendela apartemenku. Udah 3 tahun lebih aku tinggal di Negara orang untuk menimba ilmu. Negara yang terkenal dengan Ginsengnya yang hangat jika diminum waktu musim dingin. Begitu pula orang2nya yang ramah tamah dan berkepribadian hangat.

Minggu, 1 Oktober 2010. Aku dan teman2ku berencana akan menonton Jinju Lantern Festival malam ini. Festival ini hanya diadakan di awal bulan Oktober. Masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan barang2 yang akan dibawa.

Pukul 8.45, Rutinitas setiap hari minggu pagi adalah pergi ke Gereja. Saatnya untuk bersiap2 ke gereja. Sebelum berangkat ke Gereja, aku selalu mengoreksi barang2 yang akan dibawa. Tidak lupa juga membawa alkitab. Karna aku belum fasih menggunakan bahasa korea dan membaca tulisan hangul, aku membawa alkitab mobile. Hhhhmmm…jaman sekarang udah semakin canggih. Ok, saatnya pergi.

Pukul 8.55, untung masih ada waktu 5 menit unuk berdoa sebelum lonceng tanda kebaktian akan segera dimulai itu berbunyi.

Selamat pagi, Tuhan Yesus. Trimakasih karna engkau masih mengijinkanku untuk menghirup udara dipagi hari ini. Sekarang aku akan mendengarkan kotbah yang akan dibawakan oleh pendeta. Walaupun sedikit tidak mengerti bahasanya,aku akan coba untuk menyerap kotbahnya. Oya, Tuhan, mudah2han acaraku bersama teman2ku tidak gagal. Amien. Dalam nama Tuhan Yesus, Rae Ki berdoa dan mengucap syukur.Amin. “ dengan suara lirih.

Saat membuka mata, lonceng tanda kebaktian berbunyi dan kebaktian akan segera dimulai. Hampir 2 jam aku mengikuti kebaktian dengan hati suka cita dan bernyanyi bersama jemaat2 lain untuk menyenangkan hati Tuhan Yesus Kristus yang berada di Surga.

Silahkan para jemaat untuk duduk kembali. Saatnya membaca alkitab Yesaya 43:11. “ seru pendeta.

Para jemaatpun duduk dan membuka alkitab mereka.

Mianhae. Bisakah kau berbagi alkitab denganku? Aku lupa membawa alkitabku. “ seru pemuda yang duduk tepat disamping kananku.

A. Silahkan. “ jawabku dengan singkat.

Tanpa memandang wajahnya, aku langsung meletakkan alkitabku ditengah2 kita berdua.

Kenapa menggukakan bahasa inggris alkitabmu? “

Karna saya kurang fasih membaca tulisan hangul. “

Kamu bukan berasal dari sini? “

“ …. “ aku hanya menganggukan kepala tanpa melihat kerah pemuda itu.

2 jam sudah berlalu. Saat pendeta menutup kotbahnya untuk hari ini. Sebelum meninggalkan gereja, para jemaat wajib bersalaman satu sama lain. Saat pemuda disampingku menjulurkan tangan, disitulah aku baru melihat wajahnya. Saat aku melihat wajahnya, aku merasa aneh.

Apa kamu sepanjang kotbah menggunakan masker? “ tanyaku dengan agak aneh.

Ye. Waeyo? “

O, Gwenchana. “ jawabku.

Aku hari ini sedang tidak fit karna flu. Makanya aku menggunakan masker agar tidak menular keorang lain. “ tambahnya.

“ … “ aku hanya membulatkan bibirku sambil menganggukkan kepala.

Setelah bersalaman,aku langsung keluar dari gereja dan mengaktifkan handphoneku.

#layar handphone

*10 pesan singkat

*5 pesan suara

Semua pesan2 itu dari Ryu Shi salah 1 temanku yang mengajakku ke festifal nanti malam. Setelah semua pesan aku baca, aku langsung menghubunginya.

Annyeong, Ryu Shi. Mian, tadi aku sedang berada dalam gereja. Dan handphoneku harus di silence. “

O. Ok. Gwenchanayo. Kita jadi kefestifal kan? “

Jelas jadi lah… “

Rae Ki-yya, So Eun dan Rae In malam nanti tidak bisa ikut. Tadi mereka telp aku. Jadi kita Cuma pergi berdua saja. “

O. begitu. Ok. “

OK! “

Oya, aku mau kesitu jemput kamu. Trus kita belanja buat keperluan festifal nanti mlam. Apa kamu sudah siap? “

O. kamu kesini aja. Aku tunggu didepan rumah ya trus kita langsung belanja. “

Ok. “ langsung menutup telp.

Aku langsung berjalan kearah mobil dan pergi kerumah Ryu Shi. dalam perjalananku kerumah temanku, ada yang sedikit aneh. Ada mobil yang dari tadi mengikutiku. Aku langsung menancap gas tapi mobil itu langsung mencegah dan berhenti didepan mobilku. Seketika aku mengerem dengan cepat.

Fffiiuuuhhh… hampir aja kecelakaan. Gila kali itu orang. Ngapain juga berhenti disitu. “

Aku turun dari mobil dan menghampiri mobil yg berhenti tepat didepan mobilku itu. Aku langsung mengetuk kaca mobilnya, dan orang itu turun dari mobilnya. Betapa terkejutnya, ternyata orang itu adalah orang yg aku temui di gereja tadi.

O. Ndo? Sedang apa kamu disini? “

Mianhaeyo, aku Cuma mau mengembalikan alkitabmu yang ketinggalan di Gereja. “

A. Jeongmal kamsahamnida. “ sambil menundukan kepala.

Ye. Cheonmaneyo. “

Pemuda yg belum aku ketahui namanya itu langsung masuk kedalam mobilnya dan pergi. Akupun kembali meneruskan perjalanan ke rumah Ryu Shi. Sesampainya didepan rumahnya, aku langsung mengklakson. Beberapa detik kemudian, Ryu Shi keluar dan masuk kedalam mobilku.

Neujoso mianhaeyo, Rae Ki-yya. “

Gwaenchanayo. Jado banggeum owassoyo. “

Kaja? “

OK. “

Karna Park So Eun dan Kim Rae In tidak ikut, jadi hanya kami berdua saja yang pergi kefestival itu. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Itaewon. Waaaww…sesampainya kita disana, ternyata rame juga tempatnya. Sampai2 aku memarkirkan mobilku lumayan jauh dari Itaewon.setelah beberapa menit, akhirnya aku menemukan tempat yang pas buat aku memearkirkan mobil. Saat sudah terparkir, kita berjalan menuju Itaewon dan mencari lentera untuk keperluan festival nanti malam. Sambil mencari lentera, kita juga mencari cemilan yg dijual oleh pedagang kakilima. Ternyata enak2 juga.

Rae Ki-yya, come on. “

Wae? “ Aku langsung menghampiri temanku.

Liat. Bentuk lenteranya lucu2. “

Hhhmmm… “

Saat aku melihat2, ternyata disitu ada lentera yang berbentuk Bunga Lotus. Mataku langsung tertuju pada lentera itu dan ingin membelinya.

Ajjusi, eotteon gagyeog lenterai?? “

5.000 Won. ( kalau di Rupiahkan jadi Rp. 35.000,- )“

Mwo? Bissan. Heungjeong? “

eotteon gagyeoge jegongdoeji? “

Hhhmmmm… 3.000 won ( Rp. 21.000,- ). Boleh? “ dengan sedikit merayu.

Bibi itu sejenak berfikir dengan tawaranku itu.

Ye. “

Jeongmal? “

Hhhmmm… “

Gamsahabnida, ajjusi. “

Aku langsung membeli lentera yang berbentuk bunga lotus itu. Karna aku suka bunga lotus, makannya aku beli. Makna dari Flower Lotus itu sendiri juga unik.

Ryu Shi-yya, apa kamu sudah menemukan lentera yang kamu inginkan? “

Aniyo. Aku bingung memilihnya. Karna bentuknya sangat lucu. “

Cepat sedikit. Nanti keburu sore. “

Hhhmmm… aku sudah menentukan pilihan. Aku akan membeli lentera yang berbentuk bango. “

Mwo? kalau kamu beli, mana cukup diletakkan dimobilku. “

Atap mobilmu kan bisa dibuka. “

Dibukapun lenteranya akan terkena angin dan rusak. “

Benar juga ya. Baik, aku akan membeli lentera yang sama sepertimu. Tapi bunganya yg blm mekar. “

Terserah kamu. “

Akhirnya kami memilih lentera yang sama. Cuma perbedaannya terletak di bunganya. Antara yg sudah mekar dan masih berbentuk kuncup. Setelah membeli lentera kita pergi membeli kertas yang akan dimasukkan kedalam lentera kita masing2. Setelah semua keperluan sudah lengkap, kita menuju mobil dan bersiap2 untuk nanti malam. Sebelum pulang kerumah, aku terlebih dahulu mengantarkan temanku ini kerumahnya.

Pukul 16.00 waktu korea

Gomawo, Rae Ki-ssi. “

Ye, cheonmaneyo. “

Ryu Shi langsung turun dari mobilku dan membawa barang2 keperluannya.

A. nanti malam kamu tidak usah menjemputku. Karna aku akan membawa mobil sendiri. “

O. Ok. “

sampai ketemu di festival jam 7. “

Hmm… bye. “

Bye. Hati-hati dijalan. “

Aku langsung menancapkan gas dan menuju apartemenku. Sesampainya diparkiran apartemen, aku memarkirkan mobil. Karna barang2ku sedikit banyak dan merepotkan, aku sengaja meninggalkannya dimobil dan menuju kamar. Saat melewati meja reseptionis,banyak artis2 korea papan atas. Seperti Rain, Woo Bin, Hyun Bin, Yoon Shi Yoon, dll. Ada yang bilang, apartemen yg aku tempati selama 3tahun ini adalah apartemen artis. Karna banyak artis2 korea yg tinggal disini. Makanya setiap kali liat artis korea aku nggak terkejut atau triak2 kegirangan. Kata temen2ku, BB Dunia, Super Junior, tinggal diapartemen yang aku tempati sekarang.Tapi aku jarang melihat mereka disini. Tapi aku Cuma menganggap itu gossip. Manamungkin SuJu tinggal diapartement. Mereka kan tinggal diasrama.

Aku langsung menaiki lift, karna aparementku letaknya diatas, jadi perlu 5 menit untuk sampai di kamarku. Sambil menunggu, biasanya aku mendengarkan music didalam lift untk menghilangkan rasa bosan. Saat lift berhenti, ada 3 orang yg masuk ke lift. Bayangkan, didalam lift Cuma ada aku dan 3 orang laki2 yg usianya sekitar 25thn. Penampilan mereka yang sedikit mencurigakan membuatku harus waspada. Terang aja, udah pke topi, kacamata hitam, dan pke masker lagi. Tapi satu yg hanya memakai topi dan kacamata. Haduwh…kenapa hari ini org2 yg aku temui memakai masker. Apa hari ini hari masker seDUNIA?

Maaf nona, apakah kamu mempunyai bolpoin? “tanya salah satu pemuda yg penampilannya beda dgn temannya.

Suaranya seperti aku pernah mendengarnya. Tapi aku lupa dimana aku pernah mendengarkan suara itu. aku langsung mengambil bolpoin dan meminjamkannya ke pemuda itu.

Gomawo. “ jwb pemuda itu.

*layar HP

Playing : Kyuhyun – Hope is a dream that doesn’t sleep (OST Baker King, Kim Tak Goo)

Saat lift berhenti, aku keluar dari lift. Saat keluar lift, aku baru ingat suara tadi mirip dengan Kyuhyun “SJ”. Seketika aku membalikan badan kearah lift. Saat aku melihat kelift, pemuda yg meminjam bolpin tadi sedang melepaskan topi dan kacamatanya.

Kyuhyun oppa. “ dengan nada lirih + tampang shock.

Seketika Kyuhyun melihat kearahku sambil tersenyum manis sampai pintu lift itu tertutup. Aku yg masih berdiri ditempat, masih belum percaya kalau tadi aku bertemu dengan Kyuhyun. Dengan agak menyesal aku berjalan menuju kekamarku.

Pukul 18.00 waktu korea

Setelah 1 jam aku tidur. Saatnya aku bersiap2 untuk pergi kefestival. Aku masih belum percaya dengan kejadian dilift tadi. Aku coba untuk melupakannya dan pergi mandi. Setelah mandi aku berdandan. Karna aku nggak suka menor. Aku berdandan simple aja.

Ok. Saatnya berangkat. Kaja! “ sambil memandang kecermin.

Saat dalam perjalanan ke lift, HPku berdering.

*layar HP

Ryu Shi Calling . . .

Hallo. Ryu Shi-yya, waeyo? “

Rae Ki-yya, apa kamu sudah berangkat? “

Aku sedang On The Way ke festifal. “

O. sampai bertemu disana. “

Hmm.. “

Saat masuk lift, aku masih inget senyumannya Kyuhyun. Itu jadi hal yang membuatku menyesal. 5 menit sudah aku berada dilift dan saat pintu terbuka aku keluar dan menuju tempat parkir mobilku. Dalam perjalanan aku melihat orang2 membawa lentera dan menuju ketempat yang sama.

Pukul 19.00 waktu korea

Saat aku sampai ditempat festifal, aku memarkirkan mobilku tak jauh dari sungai jinju. Ternyata disana sudah ada orang2 yg menaruh lenteranya di sungai. Walaupun belum begitu rame.

Inikan sudah jam 7. Kenapa Ryu Shi blm datang. “ gumamku.

Aku langsung mengambil HPku dan menelphone Ryu.

Hallo. Ryu Shi, kamu sudah dimana? “

Sebentar lagi aku sampai. “

O. “ langsung menutup telp.

Karna merasa bosan, aku keluar dari mobil dan duduk diatas mobilku sambil mendengarkan music dan melihat orang2 1 per 1 menaruh lentera mereka disungai. Sungai yang semula hanya terlihat air saja, sekarang diatasnya bertaburan lentera. 1 hal yg selalu dinanti oleh org2 saat festifal berlangsung, yaitu menulis harapan mereka di sebuah kertas yg kemudian akan mereka letakkan didalam lentera. Jadi, lentera2 itu semua berisikan harapan dari yg punya lentera.

Beberapa menit berlalu setelah aku menelphone Ryu Shi, tapi dia belum keliatan juga. Saat aku mau menelphonya lagi, tiba2 mobilnya parkir tepat disamping kanan mobilku.

Neujoso mianhaeyo, Rae Ki-yya. Aku mesti menjemput seseorang dulu. “

Hmm… gwaenchana. “

Tiba2 dari pintu belakang mobil Ryu Shi keluar 2 orang yg tak asing buatku. Teman2 yg semula bilang tidak bisa datang, akhirnya datang juga. Park So Eun dan Kim Rae In.

Annyeonghaseo, Rae Ki-yya. “ dengan nada triak.

Akhirnya datang juga kalian. “

Mana mungkin kami tidak datang dihari special ini. “

“ … “ aku hanya tersenyum.

A. Rae Ki-ssi, sudah lama ya disini. “

Hmm… “

Lentera milikmu dimana? “

Ada. Aku taruh dimobil. Sebentar aku ambilkan. “

Aku langsung membuka atap mobilku dari dalam mobil.

A, punya kalian mana? “

Bentar lagi juga datang. Lentera punyaku dan teman2 sengaja aku titipkan di mobil box tetanggaku yg kebetulan mereka juga akan datang kesini. “

Ooo… “

Tuh mobilnya. “

Ryu Shi, So Eun, dan Rae In langsung menuju mobil yg berhenti dibelakang mobilku dan mengambil lentera mereka.

Kaja! “

Kemana? “

ya taruh lentera ini disungai lah… “

tapi aku belum menulis harapanku. Tunggu bentar. “

Cepat dikit, Rae Ki-yya. Jangan lupa bawa korek api. “

Aku bergegas menulis harapanku dan menaruhnya didalam lentera. Harapan yg tak muluk2 dan simple. Kami kemudian menuju ketepi sungai dan menyalakan lilin yg sudah ada didalam lentera. Setelah semua lentera menyala, kami secara bersama-sama menaruh lentera di sungai.

Haaa… akhirnya selesai juga. Sekarang kita pulang. Kaja. “

Yyyaaa!!! CHOI RAE KI. Kamu benar2 lupa? “

Wae? Lupa? Apa yg lupa? “

Tanpa menjawab pertanyaanku, mereka langsung membawaku kedepan mobil Ryu Shi sambil mataku ditutup dengan tangan Rae In. Saat Rae In melepaskan tangannya yg semula menutupi mataku, dihadapanku sudah ada kue ulangtahun.

Saengil Chukkae CHOI RAE KI. “ sambil meniup trompet kecil.

Betapa terkejutnya aku dgn kejutan yg dibuat oleh tmn2ku ini yg setia menemaniku slma 3tahun. Aku sendiri saja lupa kalau hari ini adalah hari ulangtahunku.

Gomawo, Chingudeul. Jeongmal gomawo. “

Nah sekarang kamu tiup lilinnya. Tapi sebelumnya kamu harus make a wish dulu. “

Hmm… “

Setelah aku make a wish, aku langsung meniup lilinnya. Saat aku dan tmn2ku memakan roti, tiba2 ada 2 mobil hitam yg parkir tak jauh dari mobilku. Seketika So Eun dan Ryu Shi melihat kearah mobil itu.

Ya, Rae Ki. Keinginanmu apa tadi? “ tanya Rae In.

Simple. Aku berharap bisa ketemu SuJu. “ sambil tersenyum malu.

Seketika Rae In tertawa mendengarnya. Tapi Ryu Shi dan So Eun tidak ikut menertawakanku dan malah mereka melihat kearah mobil hitam itu.

Rae Ki- yya, keinginanmu itu sepertinya jadi kenyataan. “ sambung So Eun tanpa melihat kearahku.

Aku terus melihat wajah So Eun tapi SO Eun tidak melihat kearahku. Akhirnya aku mengikuti arah pandangan So Eun yg tertuju kemobil hitam. Saat aku melihat tulisan dipintu mobil itu seketika aku bengong. Tulisan yg bertulis “ SUPER JUNIOR “. Saat pintu mobil itu terbuka, satu per satu org yg berada didalamnya turun. Dan mereka membawa lentera yg berbentuk Bunga Lotus yg besar secara bersama2. Mereka langsung menuju sungai dan menaruh lentera itu. Saat mereka menuju mobil, ada 2 pesonil SuJu yg melihat kearahku dan berjalan kearah dimana aku & teman2 berdiri. Jantungku langsung berdebar2 sangat kencang saat 2 Personil SuJu yg tak lain adalah Siwon dan Kyuhyun berjalan menuju kearahku.

Hey, Turis. “ triak Siwon kearahku.

Mwo? Dia bilang apa tadi? Turis. “

Apa kamu masih mengingatku? “ tanya Siwon.

Aku terus memandang kearah Siwon. Seketika aku teringat dengan seseorang yg aku temui diGereja yg menggunakan masker.

Jeongmal? “

Hmm…aku yg mengembalikan alkitabmu tadi siang. “

Aku dan Siwon hanya tertawa kecil.

Annyeong. Nona, aku ingin mengembalikan bolpoin kamu yg aku pinjam didalam lift tadi. Karna kamu sudah terlanjur keluar dari lift, makannya aku blm sempat mengembalikan bolpoinmu ini. “ sambil menjulurkan bolpoin milikku.

O. “ aku langsung mengambil bolpoinku dari tangan Kyuhyun.

Apa kalian sedang pesta? “ tanya Kyuhyun.

Ye. Hari ini adalah ulangtahun Choi Rae Ki. “ sambung So Eun.

Seketika aku menepuk pundak So Eun dan melotot kearahnya.

Jeongmal? Chugkae Choi Rae Ki-ssi. “ sambil mengulurkan tangan tanda selamat.

Tiba2 Siwon berlari menuju mobil dan dia kembali bersama 8 personil SuJu yg tadi sudah ada didalam mobil.

Chingudeul, perkenalkan dia Choi Rae Ki. Dia turis di Korea Selatan. Nah sekarang Rae Ki-ssi sedang merayakan ulangtahunnya. Mumpung kita semua ada waktu luang, gimana kalau kita ikut meramaikan ulangtahun Rae Ki-ssi. SETUJU? “

SETUJU! “ triak 9 personil SuJu.

1 per 1 mereka kasih selamat kepadaku dan kami semua serta personil Suju merayakan ultahku di sungai Jinju.

Ternyata tuhan sebelumnya sudah mengetahui my dream sebelum aku mengatakannya. Thankz GOD.

1 DAY IS NOT FORGETTEN

~THE END~

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: